Bansos Beralih ke Cash Transfer, Pemerintah Uji Coba Awal 2027

Ilustrasi penerima bansos. Foto: dok Komdigi.

Bansos Beralih ke Cash Transfer, Pemerintah Uji Coba Awal 2027

Ade Hapsari Lestarini • 4 September 2026 10:48

Subang: Pemerintah berencana menguji coba program bantuan sosial (bansos) berbasis transfer tunai langsung atau cash transfer pada awal 2027.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, skema tersebut akan mengubah pola pemberian insentif yang sebelumnya dapat diberikan melalui produk menjadi bantuan yang diberikan langsung kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

"Karena bansos itu nanti kita mungkin tidak berikan lagi insentif kepada produk, kita akan berikan insentif kepada orang langsung. Jadi nanti sekian puluh juta atau ratus juta penduduk kita yang qualified untuk menerima cash transfer itu saya kira bisa kita lakukan pada awal tahun depan. Kita akan uji coba pada awal 2027," ujar Luhut, di Subang, Jawa Barat, dilansir Antara, Jumat, 4 September 2026.

Menurut Luhut, pemerintah juga tengah mendorong pemanfaatan teknologi pemerintahan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Luhut menilai, penggunaan teknologi digital dapat mengurangi interaksi langsung dalam proses administrasi, sehingga berpotensi menekan celah penyimpangan.

"Karena pertemuan orang-orang akan sangat berkurang, karena semua dengan face recognition, dengan biometrik itu sudah bisa semua didapat. Pendataan ini saya kira satu loncatan yang hebat di jaman pemerintahannya Presiden Prabowo," tambah dia.


Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
 

 

Pemerintah daerah dilibatkan dalam pendataan


Luhut menjelaskan, pemerintah daerah (Pemda) akan dilibatkan dalam proses pendataan calon penerima manfaat. Pemda diminta melakukan registrasi masyarakat yang dinilai memenuhi kriteria untuk menerima bansos.

"Kita dukung semua dan semua pemda saya kira akan terlibat, saya sudah minta juga untuk me-register, mendaftar untuk yang ingin dapat bansos," ujar Luhut.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki potensi ekonomi besar seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan meningkatnya kelas menengah.

"Indonesia tahun depan ini akan berpenduduk 300 juta. Jadi bukan jumlah yang kecil, jadi market-nya makin luas dan juga nanti kelas menengah juga akan naik," kata Luhut.

(Ade Hapsari Lestarini)