Jaga Pertumbuhan Bisnis, CSULfinance Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Ilustrasi. Foto: Magnific

Jaga Pertumbuhan Bisnis, CSULfinance Terapkan Prinsip Kehati-hatian

Achmad Zulfikar Fazli • 2 July 2026 18:23

Jakarta: PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSULfinance) berkomitmen tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, pengelolaan risiko yang baik, dan pelayanan prima kepada pelanggan. Langkah ini dilakukan guna menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

Direktur Utama CSULfinance, Suwandi Wiratno, mengatakan komitmen ini membuat perusahaan pembiayaan itu mempertahankan predikat Excellent selama lima tahun. Perusahaannya meraih penghargaan Golden Champion: The Most Consistent Excellent Performance Multifinance Company in 5 Consecutive Years pada ajang 22nd Infobank Multifinance Appreciation 2026.

“Penghargaan ini sekaligus sebagai penegasan atas reputasi CSULfinance sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia yang menawarkan pembiayaan yang solutif, aman, dan relevan yang akan memberikan nilai tambah bagi setiap pelanggan,” ujar Suwandi dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Suwandi juga berharap penghargaan ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, mempererat hubungan dengan mitra usaha, serta membuka peluang untuk memperluas basis pelanggan di berbagai sektor industri.

“Ke depan, CSULfinance berkomitmen untuk terus memperkuat inovasi layanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusinya dalam mendukung perkembangan industri pembiayaan nasional,” ujar Suwandi.

Direktur Utama CSUL Finance Suwandi Wiratno (tengah) dalam acara “22nd Infobank Multifinance Appreciation 2026 yang diselenggarakan oleh Infobank Media Group di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. Dok. Istimewa

Ajang 22nd Infobank Multifinance Appreciation 2026 merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan pembiayaan yang mampu menunjukkan kinerja unggul, inovasi, serta kontribusi nyata terhadap penguatan industri jasa keuangan nasional.

Penilaian dilakukan secara independen berdasarkan enam indikator utama, yaitu pertumbuhan aset, pembiayaan, modal sendiri dan laba bersih, rasio pembiayaan terhadap total aset, rasio pembiayaan terhadap kewajiban, tingkat solvabilitas, efisiensi operasional (BO/PO), serta tingkat rentabilitas.

(Achmad Zulfikar Fazli)