Ratusan truk pengangkut sampah mengantri masuk ke TPA Putri Cempo Solo. Metrotvnews.com/ Triawati
Truk Sampah Mengular 2 Km di TPA Putri Cempo, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Triawati Prihatsari • 9 February 2026 23:17
Solo: Ratusan truk sampah dari berbagai kelurahan di Kota Solo mengular sepanjang dua kilometer di jalan masuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Warga sekitar mengeluhkan bau menyengat akibat truk-truk yang terhenti di lokasi selama beberapa jam.
"Terkait ini ada alat yang rusak akhirnya terjadi antrean berkepanjangan. Ini sudah sejak kemarin (Minggu), sebaiknya segera didapatkan solusi agar setidaknya antriannya tidak sampai ke rumah warga. Karena warga mulai terdampak. Warga mengeluhkan dengan antrean ini, jalan ke rumah penduduk tertutup, baunya juga," ujar Lurah Mojosongo, Katarina Kartika, di Solo, Senin, 9 Februari 2026.
Ia berharap kendala tersebut bisa segera diselesaikan. Dengan begitu, kejadian serupa tidak akan terulang lagi.
Salah satu petugas kebersihan dari Kelurahan Banjarsari, Haryanto mengaku antrean terjadi sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB untuk kloter pertama. "Saya kloter kedua sampai pukul 12.00 WIB belum bergerak sama sekali. Sepanjang saya menjadi petugas kebersihan baru ini antrean panjang sekali," beber Haryanto.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Herwin Tri Nugroho menjelaskan, pihaknya tengah mencarikan solusi terbaik untuk permasalahan tersebut. Salah satunya dengan menerapkan sistem penjadwalan agar truk pengangkut sampah tidak menumpuk.
"Jadi nanti akan kita atur supaya tidak menimbulkan antrean sepanjang itu. Kan harus dilihat juga volume di masing-masing kelurahan. Baru diukur, mana yang mungkin, biasanya dia harus beberapa kali datang ke Putri Cempo. Yang beberapa kali harus datang ke Putri Cempo mungkin yang akan didahulukan," ungkap Herwin.

Ratusan truk pengangkut sampah mengantri masuk ke TPA Putri Cempo Solo. Metrotvnews.com/ Triawati
Terkait kerusakan alat pengolah sampah sebagai penyebab kendala itu, pihaknya masih mengupayakan meminjam alat berat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Diketahui, kerusakan alat berat terjadi sejak Sabtu, 7 Februari 2025.
"Semuanya terkendala di ketersediaan alat berat, kami sedang mengajukan agar bisa mendatangkan alat berat yang dibutuhkan, karena memang harus ada area-area yang dipersiapkan untuk menempatkan sampah-sampah yang setiap hari datang ke Putri Cempo," imbuh Herwin.
Saat ini, alat berat di TPA Putri Cempo belum memadai. DLH Kota Solo berupaya meminjam alat berat tambahan dari berbagai pihak terkait, termasuk dukungan dari BBWS.