Redakan Kekhawatiran, Marco Rubio Tegaskan AS Tak Ingin Pisah dari Eropa

Menlu AS Marco Rubio dalam Konferensi Keamanan Munich 2026. (EFE)

Redakan Kekhawatiran, Marco Rubio Tegaskan AS Tak Ingin Pisah dari Eropa

Willy Haryono • 15 February 2026 16:25

Munich: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyampaikan pesan menenangkan dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich di Jerman, meredakan kekhawatiran bahwa berbulan-bulan retorika tajam dan perselisihan kebijakan AS telah membuka jurang permanen antara Washington dan sekutu-sekutunya di Eropa.

“Kami tidak ingin berpisah, dan ingin menghidupkan kembali persahabatan lama dan memperbarui peradaban terbesar dalam sejarah manusia,” kata Rubio, dikutip dari CBS News, Minggu, 15 Februari 2026.

Meski ia mengkritik negara-negara Eropa karena memprioritaskan program kesejahteraan dibandingkan pertahanan diri dan menerapkan kebijakan migrasi yang dinilai mengancam kohesi sosial, Rubio membingkai kritik tersebut sebagai bagian dari refleksi bersama.

“Kami membuat kesalahan-kesalahan ini bersama, dan sekarang bersama-sama, kami berutang kepada rakyat kami untuk menghadapi fakta-fakta itu dan bergerak maju — untuk membangun kembali,” ujarnya.

Dalam konferensi tahun lalu, Wakil Presiden JD Vance menyampaikan pidato konfrontatif yang mengguncang Eropa dan memicu kekhawatiran akan percepatan perpecahan trans-Atlantik. Sebaliknya, Rubio memadukan kritik tajam terhadap tatanan pasca-Perang Dingin dengan penegasan berulang tentang takdir bersama.

Ia berpendapat bahwa “euforia” pascaperang telah membawa Barat pada “delusi berbahaya” tentang globalisasi tanpa batas dan ketergantungan berlebihan pada lembaga internasional.

“Itu adalah gagasan keliru yang mengabaikan sifat manusia dan pelajaran dari 5.000 tahun sejarah manusia yang tercatat. Itu telah merugikan kita secara besar,” katanya.

Meski demikian, Rubio tetap menegaskan ikatan peradaban antara kedua benua.

Pidato yang Menenangkan

“Di saat banyak tajuk berita yang menandai akhir era trans-Atlantik, biarlah diketahui dengan jelas bahwa itu bukan tujuan maupun keinginan kami,” kata Rubio.

“Bagi kami orang Amerika, rumah kami mungkin berada di Belahan Barat, tetapi kami akan selalu menjadi anak dari Eropa.”

Pidato tersebut mendapat tepuk tangan meriah. Ketua konferensi Wolfgang Ischinger mengatakan pernyataan Rubio secara luas dipandang menenangkan.

“Tuan Menteri, saya tidak yakin Anda mendengar helaan napas lega di ruangan ini,” ujarnya kepada Rubio.

Dalam sesi tanya jawab singkat, Rubio mengatakan upaya untuk menengahi akhir perang Rusia di Ukraina terus berlanjut, dengan putaran pembicaraan berikutnya diperkirakan berlangsung pada Selasa.

“Kami tidak tahu apakah Rusia serius mengakhiri perang; mereka mengatakan demikian,” katanya. “Kami akan terus mengujinya.”

Terkait Tiongkok, Rubio mengatakan Washington “memiliki kewajiban untuk berkomunikasi” dengan Beijing, meski terdapat “tantangan mendasar,” dan menekankan bahwa setiap keterlibatan harus melindungi kepentingan nasional AS.

Sejak tiba di Munich, Rubio telah bertemu dengan sejumlah pemimpin senior Eropa, termasuk Kanselir Jerman Friedrich Merz, serta pejabat dari Denmark, Greenland, Polandia, Kroasia, dan Moldova.

Ia juga bertemu pejabat senior Suriah untuk membahas upaya menjaga gencatan senjata dan melindungi komunitas minoritas, menurut Departemen Luar Negeri AS.

Seorang pejabat AS mengatakan Rubio tidak menghadiri satu pertemuan terkait dukungan untuk Ukraina karena benturan jadwal, meskipun ia diperkirakan akan bertemu singkat pada Sabtu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Setelah dari Munich, Rubio dijadwalkan melakukan perjalanan ke Bratislava dan Budapest, di mana ia diperkirakan akan bertemu Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban.

Baca juga:  PM Polandia Donald Tusk Tegaskan NATO dan Eropa Masih Relevan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)