Petugas membersihkan material tanah longsor yang menutupi badan jalan akses ke wisata Pusuk-Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/2/2026) malam. ANTARA/Pemprov NTB
Longsor Tutup Jalan Wisata Pusuk Sembalun Gunung Rinjani
Whisnu Mardiansyah • 9 February 2026 05:53
Lombok: Dua unit alat berat dan mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan material tanah longsor yang menutupi Jalan Wisata Pusuk Sembalun di bawah Kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian yang terjadi pada Minggu siang, 8 Februari sekitar pukul 13.00 Wita itu mengakibatkan arus lalu lintas terputus.
Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, memastikan koordinasi lintas sektor telah dilakukan sejak awal. Tim gabungan terdiri dari BPBD NTB, BPBD Lombok Timur, Balai Jalan Nasional (BJN), TNI/Polri, serta aparat kecamatan, desa, dan masyarakat setempat.
"Hingga kini tim gabungan masih bekerja membersihkan material longsoran dan ditargetkan berlangsung hingga malam hari ini," ujar Sadimin seperti dilansir Ntara, Minggu, 8 Februari 2026.
Proses pemulihan ini dipantau langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang turun ke lokasi untuk memberikan arahan. Gubernur meminta BPBD NTB bersama Balai Jalan Nasional segera menyusun rencana jangka menengah untuk mengurangi risiko longsor berulang.
"Ke depan perlu diusulkan penguatan tebing pada beberapa titik yang kondisinya kurang stabil, baik dengan konstruksi bronjong maupun tembok penahan, disesuaikan dengan struktur tanah setempat," ujar Gubernur Iqbal.
Material tanah longsor dengan ketebalan sekitar 0,5 hingga 1,5 meter diketahui menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 10 meter. Kondisi ini menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas dari dan menuju kawasan wisata tersebut.

Gunung Rinjani. Foto: Dok. The Seven Summit of Indonesia
Menghadapi musim hujan yang sedang berada pada periode puncak di sebagian wilayah, BPBD NTB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi hujan berintensitas tinggi dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor secara tiba-tiba.
Melalui sinergi cepat berbagai pihak, pemerintah daerah menargetkan akses Pusuk-Sembalun dapat kembali normal pada Minggu malam untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.