Mentan: Hilirisasi Peternakan di Danantara Jaga Stabilisasi Harga Telur dan Ayam

Ilustrasi peternakan ayam. Foto: dok Istimewa.

Mentan: Hilirisasi Peternakan di Danantara Jaga Stabilisasi Harga Telur dan Ayam

Husen Miftahudin • 11 February 2026 10:03

Jakarta: Proyek hilirisasi di sektor peternakan unggas (poultry) yang dijalankan oleh Danantara bertujuan untuk menjaga stabilitas harga komoditas di tingkat produsen maupun konsumen.
 
"Yang pertama, kita ingin harga stabil. Harga DOC (Day Old Chick), harga telur, harga ayam stabil," ucap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
 
Menurut dia, stabilisasi harga tidak bisa hanya dilakukan di hilir. Pemerintah harus bergerak dari sektor hulu, terutama pada komponen utama produksi seperti pakan, vaksin, dan bibit ayam (DOC).
 
"Caranya untuk menstabilkan, pemerintah harus bergerak di hulu. Di hulu di mana pakan, vaksin, dan DOC. Tanpa itu tidak mungkin," kata dia.
 
Amran menilai gejolak harga yang kerap terjadi disebabkan ketidakseimbangan di sektor hulu. Meski Indonesia telah mencapai swasembada telur dan ayam, konflik kepentingan antara produsen dan konsumen masih terus muncul.?
 
"Padahal kita sudah swasembada. Kita sudah swasembada telur, kita sudah swasembada ayam. Tapi dua-dua berteriak, peternaknya berteriak, konsumennya berteriak," jelas dia.
 

Baca juga: Daftar Harga Pangan Hari Ini: dari Bawang hingga Cabai Merah


(Mentan Amran Sulaiman. Foto: BPMI Setpres)
 

Jamin ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga

 
Dalam skema hilirisasi peternakan di Danantara yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), kata Amran, langkah ini diharapkan menjamin ketersediaan pasokan yang menjaga stabilitas harga.? "Kenapa BUMN kita libatkan, kalau BUMN-nya macam-macam, kita copot," tegas Amran.?
 
Ia memastikan BUMN akan bergerak langsung di lini hulu demi menjaga kestabilan harga dan melindungi peternak rakyat.? "Jadi nanti bergeraknya BUMN di hulu. Itu di pakan, DOC. Ini menjamin suplai ke peternak kecil," ucap dia.
 
Pada Jumat (6/2), Danantara melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I dari 18 proyek yang sedang dicanangkan. Keenam proyek hilirisasi fase I itu yaitu pertama, proyek hilirisasi bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan total investasi 3 miliar dolar AS. Kedua, peningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, Sumatra Utara.
 
Ketiga, proyek bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, yang memproduksi etanol 30 ribu kilo liter per tahun?. Keempat, proyek biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, yang memproduksi avtur hingga 6.000 barel per hari.?
 
Kelima, fasilitas integrated poultry di Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat, yang bisa menambah produksi 1,5 juta ton daging ayam, 1 juta ton telur, dan menciptakan 1,46 juta lapangan kerja baru.?
 
Keenam, pabrik garam dan mechanical vapor recompression (MVR) di Gresik, Manyar, dan Sampang, yang akan menambah kapasitas produksi PT Garam sebesar 380 ribu ton per tahun, sekaligus memperkuat swasembada garam.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)