Negosiasi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bersama perwakilan USTR. Foto: Dok Kemenko Perekonomian
Kesepakatan Dagang AS-RI Disebut akan Segera Rampung
Eko Nordiansyah • 11 February 2026 15:06
Tokyo: Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer memastikan kesepakatan dagang dengan Indonesia dapat dirampungkan dalam beberapa pekan ke depan.
"Saya melihat Indonesia sebagai yang berikutnya," kata Greer dalam wawancara Fox Business saat ditanya mengenai kesepakatan dagang baru yang akan tercapai dalam waktu dekat dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.
Ia pun menyampaikan harapannya agar Indonesia, dengan populasinya yang melampaui 250 juta, dapat menjadi pasar yang lebih besar bagi produk-produk AS.
"Kami hampir setiap hari berdialog dengan pihak Indonesia, dan ini yang membuat kami senang," kata Greer.
Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tercapainya serangkaian kesepakatan dagang bilateral, termasuk dengan India dan Bangladesh, dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga :
AS Hapus Tarif Terkait Rusia pada Barang-Barang India Mulai 7 Februari
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perkembangan ini terjadi menjelang putusan Mahkamah Agung AS terkait sah atau tidaknya tarif "resiprokal" yang diberlakukan pemerintahan Trump kepada hampir semua mitra dagang AS dengan dasar hukum UU darurat pada 1970-an.
Putusan itu paling awal dapat diumumkan pada 20 Februari. Greer mengatakan pemerintahan Trump "percaya diri" terhadap putusan Mahkamah Agung nantinya.
Namun, jika Mahkamah Agung memutuskan tarif tersebut inkonstitusional, Trump dipastikan akan mencari jalan lain untuk dapat menetapkan kebijakan tarif tinggi.
"Mungkin akan perlu waktu lebih lama, tetapi kami berfokus untuk memastikan keberlanjutan terkait jenis dan tingkat tarif yang perlu diberlakukan," kata pejabat itu.
Jelang pertemuan Trump-Xi Jinping
Di samping membahas Indonesia, pejabat dagang AS itu juga mengatakan bahwa hubungan dagang dengan Beijing saat ini masih "stabil" menjelang kunjungan Presiden Trump ke Tiongkok, April 2026.Ia memastikan kunjungan tersebut, di mana Presiden Trump akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping, "telah dijadwalkan".
Menurut Greer, meski AS harus tetap berdagang dengan Tiongkok, perdagangan yang berjalan harus "dikelola dengan cara yang akan bermanfaat bagi ekonomi maupun keamanan nasional".
Pejabat AS dan Tiongkok juga berkomunikasi secara rutin dan akan melakukan dialog lebih lanjut sebelum pertemuan antara Trump dan Xi.
"Kami berupaya untuk memastikan perdagangan mengalir di sektor-sektor yang penting bagi kedua negara," kata dia.