30 Pahlawan Indonesia Terima Rumah Layak Huni dan Sertifikat Hak Milik. Foto: dok BTN.
30 Pahlawan Indonesia Terima Rumah Layak Huni dan Sertifikat Hak Milik
Ade Hapsari Lestarini • 1 September 2026 19:08
Jakarta: Sebanyak 30 pahlawan Indonesia dan keluarga pahlawan menerima rumah layak huni beserta sertifikat hak milik (SHM) melalui program Rumah Cahaya yang diinisiasi Yayasan Pahlawan Harapan Sejahtera Indonesia Emas (PHSI).
Program tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian para penerima kepada bangsa dan negara, sekaligus bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.
Ketua Dewan Pembina Yayasan PHSI sekaligus Ketua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan penyediaan rumah layak huni merupakan salah satu bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang belum memiliki hunian layak, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa.
"Indonesia sudah merdeka 81 tahun, tetapi sebagian rakyat kita belum bahagia karena belum memiliki rumah yang layak. Karena itu, kita ingin membantu mereka yang belum memiliki rumah layak huni, termasuk para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa ini," ujar Hashim dalam Penyerahan 30 Sertipikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 September 2026.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, program Rumah Cahaya menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung penyediaan hunian layak.
"Saya mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini. Ini sangat baik karena memang pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Yang penting adalah membangun super tim dan membangun kolaborasi," ujar Maruarar.
Ia menilai program tersebut memiliki makna penting karena penerimanya merupakan orang-orang yang telah berjasa bagi Indonesia, baik melalui perjuangan maupun kontribusi di bidang lainnya, termasuk olahraga.
“Menurut kami, para pahlawan bangsa yang sudah berjasa, baik di medan pertempuran sebagai keluarga veteran, istri veteran, istri pejuang, maupun di bidang olahraga, ini adalah langkah yang bagus dan nyata,” katanya.

Ilustrasi. Foto: Magnific.
Memastikan masyarakat peroleh hunian layak
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan perhatian terhadap persoalan perumahan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan rumah, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh hunian yang layak.
"Bagi kami, apa yang dilakukan hari ini bukan sekadar penyerahan rumah. Ini adalah bentuk penghormatan kepada orang-orang yang dahulu telah memberikan begitu banyak bagi Indonesia,” ujar Nixon.
Ia menambahkan, penyerahan SHM menjadi bagian penting karena memastikan rumah yang diterima menjadi aset milik penerima dan keluarganya.
"Yang kita serahkan hari ini bukan sekadar kunci rumah, tetapi juga sertifikat hak milik. Artinya, rumah tersebut benar-benar menjadi milik Bapak dan Ibu, menjadi tempat untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan mudah-mudahan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Dukungan terhadap penyediaan hunian layak juga dilakukan melalui pembangunan dan renovasi rumah sosial. Nixon menyebut sejak 2022 hingga 2026, BTN telah mendukung pembangunan maupun renovasi 477 rumah sosial bagi keluarga prasejahtera, masyarakat berpenghasilan rendah, nelayan, petani pesisir, hingga masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
“Persoalan perumahan Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan membangun rumah. Kita juga harus membangun manusia dan ekosistem perumahan yang akan menjadi fondasi perumahan Indonesia di masa depan,” pungkas Nixon.
Mantan pemain sepak bola Indonesia, Rully Nere, mengapresiasi pemberian rumah tersebut. Menurutnya, penyediaan hunian layak bagi para atlet menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi mereka sekaligus dapat mendorong generasi muda untuk berprestasi di bidang olahraga.
“Saya sangat mengapresiasi pemberian rumah ini. Ini menunjukkan bahwa atlet yang sudah berjasa untuk Indonesia masih dihargai dan diperhatikan. Saya berharap perhatian seperti ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk berani memilih jalan sebagai atlet dan terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Rully.