Ilustrasi: Petugas gabungan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TN Way Kambas, Lampung. ANTARA/HO-Kemenhut/am.
BNPB Lindungi Habitat Gajah TN Way Kambas dari Ancaman Karhutla
Silvana Febiari • 28 August 2026 14:43
Lampung: Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Lampung Timur dilakukan untuk mencegah dampak kabut asap dan gangguan kesehatan masyarakat. Operasi ini juga menjadi upaya pemerintah melindungi kawasan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan mengatakan perlindungan habitat satwa dilindungi tersebut menjadi salah satu atensi khusus Presiden Prabowo Subianto dalam upaya penanganan karhutla nasional.
"Presiden memberikan atensi khusus terhadap penanganan di wilayah Provinsi Lampung serta perlindungan konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur," kata Berton dilansir dari Antara, Jumat, 28 Agustus 2026.
Baca Juga :
Penyemaian bahan semai garam (NaCl) difokuskan di wilayah Lampung Timur karena terdeteksi potensi pertumbuhan awan hujan. Hujan ini diharapkan dapat membasahi kawasan hutan serta memadamkan titik-titik api.
BNPB mengonfirmasi, selama dua hari pelaksanaan operasi udara pada 26-27 Agustus 2026, tim satuan tugas telah mengudara dari Bandara Raden Inten II. Sebanyak 1.600 kilogram garam penyemai disebar dan berhasil memicu hujan ringan di wilayah sasaran utama.
Hujan yang mulai mengguyur diharapkan dapat membasahi tutupan hutan serta lahan mineral dan gambut di Taman Nasional Way Kambas sehingga tidak mudah terbakar. Dengan demikian, dampak karhutla terhadap lingkungan, termasuk habitat Gajah Sumatra, dapat diminimalkan.

Petugas gabungan berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). (ANTARA/HO/TNWK)
Taman Nasional Way Kambas melaporkan sedikitnya ada 261 Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang menempati kawasan konservasi itu. Sebanyak 160-180 ekor di antaranya gajah liar.
"Operasi sudah berhasil memicu hujan ringan di Bandar Sribawono, Karanganyar, dan sekitarnya taman nasional," ucapnya
Dia menekankan, langkah percepatan ini diambil menyusul meningkatnya jumlah titik panas berdasarkan pemantauan satelit NOAA20 Sipongi Kementerian Kehutanan. Pada 27 Oktober, jumlah titik panas mencapai 26 titik, sementara total luas lahan terbakar di Lampung tercatat 674,5 hektare hingga akhir Agustus berdasarkan laporan Satuan Tugas Karhutla Provinsi Lampung.
Keberhasilan operasi tersebut turut ditopang oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang menetapkan status Siaga Darurat Bencana yang berlaku hingga 23 September 2026.
"Mengacu kepada prakiraan BMKG, cuaca di sebagian besar Lampung pada Agustus hingga September mengalami puncak musim kemarau, sehingga menyebabkan wilayah ini berada pada status siaga bencana kekeringan yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla," ungkap Berton.