Kondisi perumahan elite Lumin Park Cluster, Jumat, 28 November 2025, pasca diterjang banjir bandang atau galodo beberapa hari lalu. Foto: Yose Hendra/MI
Achmad Zulfikar Fazli • 30 November 2025 08:53
Jakarta: Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bantuan pangan untuk korban banjir di Sumatra Barat (Sumbar) telah disalurkan pemerintah secara cepat dan terukur. Hal ini untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi dengan baik.
"Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah bergerak cepat memberikan dukungan pangan serta bantuan strategis untuk mempercepat pemulihan daerah," kata Mentan saat membuka Kongres VII Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) secara daring di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 30 November 2025.
Mentan juga menyampaikan kepedulian mendalam terhadap masyarakat Sumatra Barat yang tengah menghadapi bencana alam. Sebagai bagian dari langkah cepat itu, Kementan bersama lembaga terkait memastikan penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, termasuk Sumatra Utara, dan Aceh, dilakukan pemerintah.
Dia menyebutkan total bantuan yang disalurkan sebanyak 10.614 ton beras dan 1.954 ton minyak goreng untuk Aceh, 16.894 ton beras dan 3.108 ton minyak goreng untuk Sumatra Utara, serta 6.795 ton beras dan 1.250 ton minyak goreng untuk Sumatra Barat.
Amran menegaskan khusus untuk Sumatra Barat, Kementan telah menyiapkan 6.794 ton cadangan beras untuk dua bulan ke depan, 1.358 kiloliter minyak goreng, tambahan 358 ton beras, serta dukungan benih padi dan jagung untuk kebutuhan 10.000 hektare lahan tanam.
“Tim kami sudah berada di lapangan untuk membantu saudara-saudara kita yang kesulitan. Setiap kali daerah membutuhkan, Kementan selalu siap bekerja cepat. Kesiapsiagaan pangan sangat penting, terutama menghadapi dinamika cuaca dan situasi lapangan," ujar Amran.
Baca Juga:
Bulog Kirim 1.245 Ton Beras untuk Korban Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar |
