Sapi dengan bobot 1,05 ton dari peternak Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih Presiden untuk hewan kurban. ANTARA/Hery Sidik
Sapi Kurban 1,05 Ton Dibeli Presiden Prabowo dari Peternak Bantul
Lukman Diah Sari • 15 May 2026 14:49
Bantu: Presiden Prabowo Subianto membeli seekor sapi dengan bobot mencapai 1,05 ton dari peternak di Salakan, Kalurahan Bangunjiwo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sapi tersebut bakal disalurkan sebagai hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah.
"Sapi hewan kurban yang dipilih Pak Prabowo ini bobotnya satu koma lima puluhan (1,050) ton, dibeli dengan harga Rp110 juta," kata Supardiono Sambodo, peternak sapi saat ditemui di kandang ternak Dusun Salakan, Bangunjiwo, Bantul, Jumat, 15 Mei 2026, melansir Antara.
"Ini kebetulan dari branding sendiri, kita pelihara sejak dari anakan sendiri, jenisnya Simental, usia sekitar tiga tahun. Kalau nama itu kita berikan karena kebetulan saya bakul ubi (penjual ubi)," jelas dia.
Dia mengatakan, sebelum sapi dengan berat lebih dari satu ton itu dipilih Presiden, awalnya dia mengusulkan tiga sapi untuk hewan kurban Presiden dengan rata rata berat hampir sama. Namun yang lolos seleksi dari tim satu ekor sapi Simental.
"Kemarin ada dari teman yang kebetulan dia juga mantri, menawarkan kalau sapi ini diusulkan bagaimana? untuk hewan kurban Pak Prabowo. Jadi, yang dimasukkkan tiga ekor itu, dan kebetulan yang masuk satu ekor," katanya.

Sapi dengan bobot 1,05 ton dari peternak Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta dipilih Presiden untuk hewan kurban. ANTARA/Hery Sidik
Dia mengungkapkan, sebelum diputuskan sebagai hewan kurban Presiden, tim dari kesehatan hewan pemerintah DIY dan pemerintah pusat berkunjung untuk melakukan pemeriksaan dan pengecekan kondisi kesehatan ternak. Saat ini, Sontrot masih dipelihara sebelum diantar menjelang iduladha.
"Tetapi yang jelas rasanya senang banget, karena kita petani sapi ala kadarnya bisa dipercaya sama orang nomor satu di Indonesia, sebelumnya tidak nyangka, karena jelas banyak saingan dari para peternak lain," jelas dia.
Supardiono yang mulai beternak sapi sejak empat tahun lalu ini juga berpesan kepada peternak sapi lainnya agar tetap ikhtiar dalam memelihara ternak. Dia pun berpesan bahwa harus menyukai hewan yang dipelihara tersebut.
"Intinya kita beternak itu bismillah, kita harus senang dengan hewan itu sendiri, kalau kita tidak senang sapi, kenapa harus merawatnya, yang penting istiqomah tetap senang sama sapi," katanya.