Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Rabu (13/5/2026) pagi. ANTARA/HO-PVMBG
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Sejam, Letusan Capai 1 Kilometer
Lukman Diah Sari • 13 May 2026 08:27
Lumajang: Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, erupsi sebanyak empat kali dalam kurun satu jam lebih, pada Rabu pagi, 13 Mei 2026. Tinggi letusan hingga 1 kilometer di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 13 Mei 2026, pukul 05.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara.
.jpeg)
Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1.200 meter di atas puncak pada Kamis pagi, 16 April 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Ia mengatakan kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
"Tidak selang lama, erupsi kembali terjadi pada pukul 05.19 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas dia.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 05.53 WIB, dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak (4.576 mdpl). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
"Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung," kata dia.
"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik," ujarnya.
Semeru Berstatus Siaga
Liswanto menjelaskan, saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga), dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Masyarakat pun dilarang melakukan aktivitas di luar jarak tersebut, khusunya pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak."Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," pesan dia.
Ia meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.