Aktivitas kapal di sekitar Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Korea Selatan Akan Ikut Pertemuan Global soal Keamanan Selat Hormuz
Willy Haryono • 12 May 2026 15:26
Seoul: Korea Selatan akan berpartisipasi dalam pertemuan multinasional tingkat menteri pertahanan yang membahas keamanan di Selat Hormuz pada Selasa, 12 Mei 2026.
Pertemuan itu digelar setelah kapal kargo yang dioperasikan perusahaan Korea Selatan diserang di jalur perairan strategis tersebut.
Mayor Jenderal Angkatan Darat Woo Kyung-suk, yang menjabat Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dijadwalkan menghadiri pertemuan virtual yang dipimpin bersama oleh Inggris dan Prancis.
Lebih dari 40 negara diperkirakan mengikuti konferensi tingkat tinggi pertama yang secara khusus membahas koordinasi keamanan maritim di Selat Hormuz. Pertemuan digelar di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional setelah konflik Amerika Serikat dan Iran mengganggu jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting distribusi energi dan pupuk dunia. Gangguan di wilayah itu dinilai dapat berdampak besar terhadap rantai pasok global.
Pemerintah Korea Selatan sebelumnya menyimpulkan ledakan dan kebakaran di kapal kargo HMM Namu pada 4 Mei disebabkan dua benda udara tak dikenal. Kapal tersebut membawa 24 awak, termasuk enam warga Korea Selatan, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan, Wi Sung-lac, mengecam serangan terhadap kapal sipil.
“Serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dibenarkan atau ditoleransi,” ujar Wi Sung-lac, dikutip dari media Anadolu Agency, Selasa, 12 Mei 2026. Ia menambahkan pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan setelah analisis lebih lanjut selesai dilakukan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran melepaskan tembakan ke arah HMM Namu dan target lainnya. Namun, Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah keterlibatan militer Iran dalam insiden tersebut.
Pihak Iran menegaskan tuduhan itu ditolak secara tegas dan menyeluruh. Sementara itu, Korea Selatan menyatakan akan melakukan penyelidikan penuh untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. (Keysa Qanita)
Baca juga: Inggris-Prancis Akan Gelar Pertemuan Menhan untuk Pulihkan Pelayaran Selat Hormuz