BNPB Minta Daerah Waspada Dampak Kemarau Panjang

Plt Deputi Bidang Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo saat memberikan sambutan dalam kegiatan FPRB Jatim di Balorwil Jember, Rabu (20/5/2026). ANTARA/Zumrotun Solichah

BNPB Minta Daerah Waspada Dampak Kemarau Panjang

Achmad Zulfikar Fazli • 20 May 2026 21:46

Jember: Pelaksana tugas Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pangarso Suryotomo, meminta daerah untuk mewaspadai dampak kemarau panjang. BNPB juga sudah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menghadapi musim kemarau 2026.

"Kami sudah membuat surat edaran kepada seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mewaspadai dampak kekeringan dengan melakukan mitigasi," kata Pangarso setelah menghadiri kegiatan Forum Pengurangan Risiko Bencana Jawa Timur di Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan Jatim di Jember (Bakorwil V Jember), dilansir dari Antara, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurut dia, di beberapa daerah masih turun hujan meskipun ada El Nino, sehingga untuk mengatasi dampak kekeringan harus melihat rencana kontijensinya terkait penanganan, mempersiapkan sumber daya, kebutuhan air bersih, dan mitigasi lingkungan dengan menguatkan desa tangguh bencana (Destana).

"Perlu juga mewaspadai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan memastikan kesiapsiagaan masyarakat, informasi dari masyarakat, BPBD dan relawan terkait langkah yang dilakukan untuk mengatasi hal itu," kata dia.

Dia menjelaskan pemerintah daerah melalui BPBD biasanya menyusun rencana kontijensi terkait kekeringan pada musim kemarau. Sehingga, perlu pemetaan dan penguatan yang harus dilakukan sesuai peran lembaga masing-masing.

"Kami berharap Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang merupakan kolaborasi multipihak juga melakukan kajian risiko bencana dalam menghadapi dampak kekeringan dari kemarau panjang," kata dia.
 

Baca Juga: 

Sejumlah Wilayah Jateng Mulai Masuk Musim Kemarau


Ilustrasi-Area persawahan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang kekeringan akibat musim kemarau. (DOK.PEMKABBEKASI)

Sementara itu, Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan rancangan surat keputusan (SK) Bupati tentang Siaga Darurat pergantian dari musim hujan ke kemarau yang dapat menimbulkan dampak kekeringan.

"Kami juga sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi ketika terjadi kekeringan dan Karhutla di sejumlah titik di kawasan Jember," kata Edy.

Dia mengatakan kesiapsiagaan dari semua unsur juga sangat penting jika nantinya terjadi kekeringan yang cukup parah di Jember.

Kegiatan konsolidasi dan Penguatan FPRB yang dilakukan di Bakorwil Jember itu didukung oleh Program SIAP SIAGA, Kemitraan Indonesia - Australia untuk Penanggulangan Bencana.

Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Program SIAP SIAGA dalam mendukung penguatan FPRB sebagai wadah koordinasi pentahelix bencana yang diharapkan dapat membawa misi kolaborasi dalam penanggulangan bencana di Jawa Timur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)