Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna, Jemaah Diminta Disiplin Jadwal dan Hemat Tenaga

Ilustrasi ibadah haji. Pexels

Kemenhaj Matangkan Skema Armuzna, Jemaah Diminta Disiplin Jadwal dan Hemat Tenaga

Ficky Ramadhan • 19 May 2026 20:33

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat kesiapan penyelenggaraan fase puncak ibadah haji 1447 H/2026 M di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini dilakukan guna memastikan proses pergerakan jemaah berlangsung aman, tertib, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas jutaan orang dalam waktu yang bersamaan.

Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan fase Armuzna menjadi tahapan paling penting sekaligus paling menantang dalam rangkaian ibadah haji. Sebab, melibatkan perpindahan jemaah dalam jumlah besar di area yang terbatas.

"Karena itu, pengaturan mobilitas, disiplin jadwal, kepatuhan terhadap arahan petugas, dan kesiapan fisik jemaah menjadi sangat penting. Kemenhaj telah membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk memastikan pergerakan jemaah berjalan bertahap, terukur, dan berbasis mitigasi kepadatan," kata Maria di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Data operasional haji hingga hari ke-29 mencatat sebanyak 481 kelompok terbang (kloter) dengan total 186.041 jemaah dan 1.919 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 472 kloter yang membawa 182.332 jemaah serta 1.888 petugas sudah tiba di Makkah.

Sementara itu, kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, mencapai 208 kloter dengan 79.945 jemaah dan 832 petugas. Untuk jemaah haji khusus, jumlah yang telah tiba di Arab Saudi tercatat sebanyak 13.180 orang.

Maria menjelaskan pemberangkatan jemaah dari Makkah menuju Arafah akan dimulai pada 8 Zulhijah 1447 H atau Senin, 25 Mei 2026. Proses keberangkatan dilakukan secara bertahap dalam tiga gelombang, yakni pukul 06.00, 11.30, dan 17.30 waktu Arab Saudi.

Seluruh jemaah ditargetkan sudah bergerak menuju Arafah paling lambat pukul 24.00 WAS.

"Jemaah kami imbau tidak berada di lobi hotel sebelum jadwal keberangkatan agar tidak terjadi penumpukan. Tetap bersama rombongan, bawa perlengkapan secukupnya, selalu membawa identitas, dan jaga kondisi tubuh," ujar dia.

Baca Juga: 

Kemenhaj Atur Skema Pergerakan Jemaah saat Puncak Haji


Ilustrasi ibadah haji. Dok. Istimewa

Pelaksanaan wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 atau 9 Zulhijah, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WAS. Setelah matahari terbenam, jemaah akan diberangkatkan menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS.

Khusus bagi jemaah yang mengikuti skema murur, perjalanan akan langsung dilanjutkan menuju Mina tanpa turun di Muzdalifah. Sementara jemaah non-murur akan bergerak dari Muzdalifah ke Mina mulai pukul 23.00 WAS hingga 07.00 WAS pada 10 Zulhijah.

Sesampainya di Mina, jemaah dijadwalkan melaksanakan lontar jumrah Aqabah mulai pukul 10.00 WAS sebelum kembali ke tenda untuk mabit.

"Jangan memaksakan diri apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Syariat memberikan keringanan melalui mekanisme badal lontar bagi jemaah yang memiliki uzur," tegas Maria.

Pada 11 hingga 13 Zulhijah, jemaah akan melanjutkan mabit di Mina serta melaksanakan lontar jumrah Aqabah, Ula, dan Wustha sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Jemaah dengan skema nafar awal ditargetkan menyelesaikan rangkaian ibadah pada 12 Dzulhijjah, sedangkan nafar tsani berakhir pada 13 Zulhijah.

Maria menekankan, kelancaran fase Armuzna tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga kedisiplinan jemaah dalam mengikuti aturan yang telah ditetapkan.

"Patuhi jadwal, ikuti arahan resmi, jangan bepergian sendiri, jaga kekompakan, dan hemat tenaga menuju puncak haji. Kemenhaj akan terus melakukan monitoring 24 jam untuk memastikan layanan kesehatan, transportasi, konsumsi, dan mitigasi kepadatan berjalan optimal," tutur dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)