Ilustrasi. Petugas Karantina Sulsel saat melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan ternak sapi potong sebelum dikirim ke Kalimantan. ANTARA/HO-Humas Balai Karantina Sulsel
Sulsel Jadi Pemasok Utama Ternak ke Kalimantan Jelang Iduladha
Silvana Febiari • 25 May 2026 14:40
Makassar: Sulawesi Selatan (Sulsel) masih menjadi salah satu pemasok utama ternak, khususnya sapi potong, menjelang Iduladha. Pasokan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kalimantan.
Data Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) menunjukkan tingginya aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju wilayah Kalimantan dalam dua bulan terakhir.
"Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim menuju Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan," kata Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Barantin) Sulsel Sitti Chadidjah, dilansir dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Pengiriman tersebut dilakukan dengan frekuensi 124 kali pengeluaran. Sedangkan pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi empat kali pengeluaran.
Sementara itu, berdasarkan data dari periode Januari hingga Mei 2026 yang dihimpun dari data Best Trust, domestik keluar tercatat sebanyak 5.004 ekor sapi, 20.567 ekor kambing. Data tersebut untuk seluruh Satuan Pelayanan Karantina Sulawesi Selatan yang berada di Makassar, Bajoe, Jeneponto, dan Parepare.
Chadidjah memastikan sinergi dengan instansi terkait juga terus diperkuat. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh proses pengiriman hewan berjalan sesuai regulasi dan prinsip biosekuriti.
Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare, Polsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta personel TNI Angkatan Laut. Tujuannya memastikan keamanan dan kepatuhan terhadap ketentuan karantina selama proses pemuatan hingga keberangkatan.
Salah satunya dilakukan melalui pengawasan terhadap pengiriman 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara. Pengawasan juga dilakukan terhadap pengiriman ternak di Pelabuhan Garongkong, Barru.

Peternakan sapi di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. ANTARA/Ahmad Rifandi.
Dua hari sebelumnya, petugas Karantina Sulsel juga melakukan tindakan karantina dan pengawasan terhadap alat angkut serta media pembawa berupa 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar. Ternak tersebut dikirim menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu.
Seperti pengiriman sebelumnya, sapi-sapi tersebut telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel darah. Sampel itu digunakan untuk pengujian Rose Bengal Test (RBT), yaitu metode laboratorium untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur," ujar dia.
Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi dan pengecekan kondisi fisik hewan. Petugas juga mengambil sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit hewan.