Jepang Waspadai Gempa Susulan usai Guncangan yang Picu Peringatan Tsunami

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Jepang dan memicu peringatan tsunami. (Anadolu Agency)

Jepang Waspadai Gempa Susulan usai Guncangan yang Picu Peringatan Tsunami

Willy Haryono • 21 April 2026 07:05

Tokyo: Jepang telah diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Senin sore waktu setempat, yang memicu peringatan gelombang tsunami dan imbauan bagi warga untuk menjauhi wilayah pesisir.

Dikutip dari Independent, Selasa, 21 April 2026, kini pemerintah dan warga Jepang mewaspadai adanya gempa susulan yang dikhawatirkan dapat memperparah situasi saat ini.

Gempa pada Senin kemarin terjadi pada pukul 16.53 waktu setempat di lepas pantai timur laut Jepang, tepatnya di wilayah Sanriku, dengan pusat gempa berada di Samudra Pasifik pada kedalaman sekitar 20 kilometer. Getaran dilaporkan terasa hingga Tokyo, yang berjarak sekitar 530 kilometer dari lokasi.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan potensi gelombang antara satu hingga tiga meter. Namun, peringatan tersebut kemudian diturunkan menjadi imbauan (advisory) dengan perkiraan gelombang hingga satu meter.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar. Namun, sekitar 100 rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik, menurut juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara.

Dampak gempa juga menyebabkan gangguan transportasi, termasuk penghentian layanan kereta cepat serta penutupan sejumlah ruas jalan tol.

Risiko Gempa Susulan

Pemerintah Jepang memperingatkan adanya peningkatan risiko gempa susulan besar. JMA menyebut kemungkinan terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 8 atau lebih menjadi sekitar 10 kali lebih tinggi dari kondisi normal.

Dalam kondisi normal, peluang gempa besar berada di kisaran 0,1 persen, namun saat ini meningkat menjadi sekitar 1 persen.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah mitigasi bencana. Lebih dari 156.000 orang dilaporkan telah dievakuasi dari wilayah pesisir di lima prefektur.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan pemerintah telah membentuk satuan tugas darurat dan meminta warga di daerah terdampak untuk segera mengungsi ke tempat yang aman.

Cincin Api Pasifik

Rekaman televisi nasional NHK menunjukkan kapal-kapal keluar dari pelabuhan Hachinohe di Hokkaido sebagai langkah antisipasi. Peringatan darurat juga disiarkan secara luas melalui berbagai kanal, termasuk aplikasi peringatan bencana.

Seorang warga di Hokkaido mengatakan otoritas setempat menggunakan pengeras suara untuk memperingatkan warga mengenai potensi tsunami, sementara sejumlah pekerja diperbolehkan pulang lebih awal.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak ditemukan gangguan pada fasilitas nuklir di Jepang pascagempa.

Jepang merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan “Cincin Api Pasifik," dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi.

Baca juga:  Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Jepang, Ada Potensi Tsunami hingga 3 Meter

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)