Wali Kota New York City Zohran Mamdani keberatan dengan serangan AS ke Venezuela. Foto: The New York Times
Mamdani Kritik Trump Terkait Serangan di Venezuela
Fajar Nugraha • 4 January 2026 06:20
New York: Zohran Mamdani, Wali Kota New York City, menghubungi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu untuk secara pribadi menyatakan keberatannya terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan pemimpinnya, Nicolas Maduro.
“Saya menghubungi presiden dan berbicara langsung dengannya untuk menyampaikan penolakan saya terhadap tindakan ini,” kata Mamdani dalam konferensi pers yang tidak terkait pada Sabtu, seperti dikutip dari The New York Times, Minggu 4 Januari 2026.
Mamdani menambahkan bahwa ia mengatakan kepada Trump bahwa ia “menentang upaya perubahan rezim, pelanggaran hukum federal dan internasional.”
“Saya menyampaikan penolakan saya, saya memperjelasnya dan kami mengakhiri pembicaraan sampai di situ,” kata Mamdani.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang panggilan tersebut.
Pernyataan tersebut -,dan pernyataan tertulis sebelumnya,- adalah kali pertama wali kota, seorang Partai Demokrat berhaluan kiri, berselisih dengan Trump sejak menjabat pada hari Kamis. Namun, hal itu menimbulkan kemungkinan konflik lebih lanjut di hari-hari mendatang setelah Maduro tiba di New York untuk menghadapi dakwaan narkoba dan senjata federal di Manhattan.
Mamdani memiliki perbedaan mendalam dengan presiden, dan menyebutnya sebagai "fasis." Tetapi setelah kedua pria itu mengadakan pertemuan yang secara tak terduga ramah di Gedung Putih pada bulan November, Mamdani berhati-hati untuk tidak secara langsung memicu kemarahan Trump — termasuk dalam pidato pelantikannya minggu ini.
Pada hari Sabtu, Mamdani berusaha untuk meredakan bagaimana panggilan telepon tersebut dapat memengaruhi hubungan itu. “Presiden dan saya selalu jujur ??dan lugas satu sama lain tentang hal-hal yang menjadi perbedaan pendapat,” kata Mamdani.
“Warga New York telah memilih saya untuk jujur ??dan lugas dan selalu melakukannya dengan pemahaman bahwa tugas saya adalah untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang menyebut kota ini sebagai rumah mereka,” imbuh Trump.
Kemungkinan besar, Mamdani hanya akan memiliki sedikit pengaruh terhadap apa yang terjadi pada Bapak Maduro dalam tahanan federal, bahkan jika ia ditahan di dalam batas kota New York. Wali kota tampaknya mengakui batasan ini ketika berbicara dengan wartawan.
“Adalah tanggung jawab saya bahwa tindakan apa pun yang diambil pemerintah federal, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari warga New York harus seminimal mungkin,” ucapnya.
Mamdani telah menjadi kritikus vokal terhadap dukungan Amerika untuk kampanye militer Israel di Gaza, tetapi sebelum komentarnya pada hari Sabtu, ia tidak banyak berkomentar tentang Venezuela atau kebijakan AS di Amerika Latin. Baik Bapak Mamdani maupun Bapak Maduro sama-sama beridentitas sosialis, meskipun mereka tidak memiliki hubungan keluarga.
“Upaya terang-terangan untuk mengganti rezim ini tidak hanya memengaruhi mereka yang berada di luar negeri, tetapi juga berdampak langsung pada warga New York, termasuk puluhan ribu warga Venezuela yang menyebut kota ini sebagai rumah mereka,” kata wali kota dalam pernyataan tertulisnya.
“Fokus saya adalah keselamatan mereka dan keselamatan setiap warga New York, dan pemerintahan saya akan terus memantau situasi dan mengeluarkan panduan yang relevan,” pungkas Mamdani.