Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Wapres Gibran Dorong Santri Kuasai Teknologi AI dan Robotik
Fachri Audhia Hafiez • 4 March 2026 20:34
Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendorong santriwan dan santriwati untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) dan robotik. Saat meninjau pelatihan teknologi di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Wapres menegaskan bahwa penguasaan teknologi terkini merupakan nilai tambah bagi generasi muda yang berbasis akhlak.
“Ini tadi kita sudah meninjau beberapa murid yang sedang belajar membuat robot dan juga belajar AI. Tadi ada robot untuk mengalirkan air wudhu secara otomatis, ada robot yang bisa berjalan dengan dua kaki, robot sumo dan robot pemain bola yang bisa dikompetisikan,” ujar Gibran di Bandung, Jawa Barat, dilansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
Gibran mengapresiasi semangat para santriwati yang mulai mempelajari pemanfaatan perangkat digital berbasis AI. Menurutnya, pesantren tidak boleh eksklusif dari transformasi digital dunia, melainkan harus menjadi bagian dari garda terdepan penguasaan teknologi tanpa meninggalkan identitas keislaman.
“Tadi santriwati juga belajar AI. Saya tekankan pentingnya santriwan dan santriwati untuk mengikuti perkembangan zaman. Kalau santri akhlaknya baik, ngajinya baik, tapi akan lebih baik lagi kalau bisa menguasai teknologi-teknologi terkini seperti AI dan robotik,” ujar Gibran.
Gibran menjelaskan bahwa pengenalan coding dan AI di pesantren bertujuan untuk mengasah pola pikir komputasional dan kemampuan memecahkan masalah. Ia tidak ingin santri tertinggal dalam persaingan global yang semakin ketat di masa depan.
.jpeg)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
“Coding itu melatih anak-anak muda untuk berpikir kritis, critical thinking, dan berpikir komputasional. Ini penting sekali karena ke depan persaingan akan semakin ketat. Saya tidak ingin santriwan-santriwati di pondok ini ketinggalan,” tegas Gibran.
Menutup kunjungannya, Gibran berpesan kepada tenaga pendidik di pesantren untuk terus memperbarui pengetahuan agar selaras dengan pesatnya inovasi. Sementara itu, pihak pengasuh pesantren menyambut baik dukungan pemerintah dan berkomitmen menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperkuat dakwah dan ilmu pengetahuan.