Sambut HUT RI, Warga Mamberamo Tengah Bakar Batu hingga Gelar Lomba

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gereja Bethel Kobakma di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan,. (Istimewa)

Sambut HUT RI, Warga Mamberamo Tengah Bakar Batu hingga Gelar Lomba

Lukman Diah Sari • 15 August 2026 14:18

Kobakma: Gereja Bethel Kobakma di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, turut memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Perayaan diisi dengan rangkaian kegiatan perlombaan 17 Agustus, tradisi bakar batu, kuis, serta pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter pada 13–14 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 450 anak Sekolah Minggu bersama para pengasuh, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Momen ini menjadi sarana penting untuk mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat Mamberamo Tengah.

Dipimpin oleh Pdt. Andreas Soklayo, rangkaian acara diawali dengan berbagai perlombaan meriah bagi anak-anak, seperti balap karung, makan kerupuk, membawa kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, dan cerdas cermat. Antusiasme anak-anak dan warga terlihat tinggi dalam suasana yang penuh kekeluargaan.


Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gereja Bethel Kobakma di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan,. (Istimewa)

Keterlibatan unsur kepengasuhan Sekolah Minggu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui kegiatan kebersamaan dan edukatif, para pengasuh tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai persaudaraan, toleransi, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap tanah air kepada generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap upaya pemerintah pusat dalam menjaga keharmonisan dan kondusivitas wilayah Mamberamo Tengah. Pendekatan sosial dan kebersamaan yang melibatkan gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, serta unsur pemerintah dinilai efektif untuk membangun komunikasi, memperkuat rasa saling percaya, dan menjaga hubungan harmonis antarelemen masyarakat.

Semangat nasionalisme semakin berkobar saat para peserta membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di depan Gereja Bethel Kobakma. Pembentangan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan sekaligus bentuk kecintaan masyarakat Papua Pegunungan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kesempatan yang sama, tokoh adat dan tokoh agama yang hadir mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan, persaudaraan, dan kerukunan. Perbedaan agama, keluarga, maupun latar belakang ditegaskan tidak boleh menjadi alasan terjadinya perselisihan. Setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah secara damai tanpa kekerasan.

“Menang atau kalah dalam perlombaan bukan yang utama. Yang penting kita tetap saudara, berkumpul dengan sukacita, dan menjaga kedamaian,” kata Pdt. Andreas Soklayo menyebut pesan utama dalam kegiatan tersebut.


Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gereja Bethel Kobakma di Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan,. (Istimewa)

Selain perlombaan, masyarakat juga mengikuti tradisi bakar batu khas masyarakat Papua Pegunungan. Tradisi ini menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menikmati hidangan bersama dalam suasana kekeluargaan yang hangat.

Sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting turut hadir dalam perayaan ini, di antaranya Wakil Bupati Mamberamo Tengah Ittaman Thago, Ketua DPRD Mamberamo Tengah Pieter Togodly, Sekretaris Daerah Feddy Jitmau, Ketua LMA Distrik Kobakma Bogol Mabel, Kepala Kampung Kobakma I sekaligus Kepala Suku Kobakma Leo Endambia, Sekretaris 2 Komisi Anak dan Pemuda Kalina Jikwa, personel Satgas Pam Rawan 645/Gty, serta para pengasuh GIDI Berea Kobakma.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah, makan bersama hasil bakar batu, serta pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan. Dengan semangat kebersamaan tersebut, masyarakat diharapkan terus menjaga Mamberamo Tengah sebagai wilayah yang senantiasa aman, damai, dan harmonis.

(Lukman Diah Sari)