Kukar: Polisi mengungkap motif di balik pembakaran ruang rapat Diskominfo Kutai Kartanegara. Tersangka MFA mengaku kesal karena kerap menjadi sasaran perundungan dan difoto secara diam-diam oleh rekan-rekan kerjanya.
"Keterangan saksi dan pemeriksaan awal menunjukkan adanya konflik pribadi antara pelaku dengan sejumlah orang di tempat kerjanya itu," kata Kasat Reskrim Polres Kukar, AKP Elnath Splendidta Wafiq Gemilang, di Tenggarong, seperti dilansir Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026, MFA datang ke kantor sebelum jam kerja seperti biasa, tetapi kali ini ia membawa botol plastik 1.500 ml berisi Pertalite.
Ia naik ke lantai tiga, masuk ke ruang rapat, menuangkan bahan bakar di belakang pintu, lalu menyalakannya dengan korek api. Api muncul sekitar pukul 07.20 Wita dan membakar pintu serta sejumlah peralatan di dalam ruangan.
"Salah satu saksi melihat MFA berlari menuruni tangga setelah api menyala sambil membawa wadah yang sebelumnya digunakan untuk membawa bahan bakar," ujar Elnath.
Saksi lain menyebut MFA sempat menekan tombol emergency di depan ruang IKP sebelum pergi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 Wita.
Polisi mengamankan rekaman CCTV dari tiga kamera, sisa material terbakar, galon air 19 liter, dan botol 1.500 ml yang masih berisi sekitar satu liter Pertalite.
.jpg)
Ilustrasi kebakaran. Foto: Antara.
Tindakan ini diduga telah direncanakan sejak malam sebelumnya. Polisi telah menahan dan memeriksa tersangka sejak Selasa. Penyelidikan masih berlanjut untuk mendalami motif dan rangkaian kejadian, termasuk pengakuan pelaku soal sering difoto diam-diam dan dijadikan bahan ejekan.
Proses hukum akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat dan pegawai diimbau tetap tenang dan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwenang. Polisi berkomitmen mengungkap fakta secara objektif dan transparan.