Diguyur Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Pulau Sebesi Keluhkan Sesak Napas

Suasana rumah warga di Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan terdapat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. ANTARA/HO/Warga Pulau Sebesi.

Diguyur Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Pulau Sebesi Keluhkan Sesak Napas

Whisnu Mardiansyah • 18 August 2026 16:38

Lampung Selatan: Warga Desa Tejang, Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, mengeluhkan paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Abu vulkanik terbawa angin hingga mencapai permukiman warga.

Sekretaris Desa Tejang, Pulau Sebesi, Riko Iswanto, mengatakan hujan abu vulkanik telah dirasakan warga selama tiga hari terakhir. Sejumlah warga mengeluhkan gangguan pernapasan dan sakit pada mata.

"Abu vulkanik sudah terjadi sejak tiga hari terakhir ini. Sudah banyak warga di sini mengeluhkan abu vulkanik,” kata Riko, seperti dilansir Antara, Senin, 17 Agustus 2026.

Menurut Riko, paparan abu vulkanik membuat masyarakat membutuhkan perlindungan, terutama masker untuk mengurangi paparan langsung saat beraktivitas.

Ia mengatakan warga berharap memperoleh masker untuk membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat abu vulkanik yang terbawa angin ke wilayah permukiman.
 


Aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Pada Senin, 17 Agustus 2026, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 20 kali erupsi dalam sehari.

Dalam rangkaian erupsi tersebut, kolom erupsi tertinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 557 meter di atas permukaan laut.

Material vulkanik yang keluar saat erupsi kemudian dapat terbawa angin menuju wilayah di sekitar gunung. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat Pulau Sebesi yang berada di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.

Warga setempat masih merasakan dampak abu vulkanik yang terbawa angin selama beberapa hari terakhir. Keluhan gangguan pernapasan dan mata menjadi perhatian masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas gunung api tersebut.


CCTV aktivitas gunung anak Krakatau pada Senin siang, 13 Juli 2026. Foto: ANTARA/HO/PVMBG.

(Whisnu M)