Soal Lapisan Tarif Cukai dan MBDK, Purbaya Tunggu Jadwal Diskusi DPR

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Soal Lapisan Tarif Cukai dan MBDK, Purbaya Tunggu Jadwal Diskusi DPR

Hendrik Simorangkir • 13 August 2026 23:58

Tangerang: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih mematangkan rencana penambahan lapisan tarif cukai. Kemenkeu masih menunggu jadwal diskusi resmi bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait hal tersebut.

"Tarifnya belum bisa diumumkan karena masih harus diskusi sama DPR dulu. Belum ada pembahasan (resmi), tapi kita sudah bicara dan akan minta waktu untuk diskusi," ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Bea Cukai Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 13 Agustus 2026.

Selain itu, mengenai penerapan cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) yang sempat tertunda, Kemenkeu menyampaikan bahwa statusnya hingga kini belum final dan belum dimasukkan ke dalam perhitungan utama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Belum final, masih sedang dibahas. (Belum dalam perhitungan APBN) Tidak. Kalau ada, ya upside potential," kata Purbaya.

Menanggapi maraknya penindakan barang impor ilegal, Purbaya menjelaskan bahwa anggaran operasional Bea Cukai akan ditambah untuk memberantas penyelundupan. Pihaknya telah mengalokasikan tambahan anggaran operasional bagi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

"Jadi memang, Bea Cukai biaya operasinya kita tambah supaya lebih banyak aktif menangkap penyelundupan-penyelundupan ataupun kecurangan-kecurangan bisnis lain di Indonesia," jelas Purbaya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Metrotvnews.com/Hendrik S)

Purbaya enggan untuk menentukan jumlah penambahannya. Langkah ini diambil untuk menjawab kritik masyarakat sekaligus meningkatkan kinerja pengawasan di lapangan.

"Untuk jumlahnya ada lah, jumlah yang cukup. Jadi ini untuk perbaiki Bea Cukai yang saat ini sedang menunjukkan bahwa mereka bisa memperbaiki diri," kata Purbaya.

Purbaya mengklaim saat ini adanya perbaikan kinerja Bea Cukai yang lumayan signifikan, terlihat dari tumbuhnya penerimaan negara serta menurunnya peredaran rokok ilegal secara drastis.

"Dan hasil-hasil ini kan terlihat bahwa ada perbaikan kinerja yang signifikan dari Bea Cukai, dari tangkapan maupun dari pendapatannya yang sudah mulai tumbuh sekarang. Rokok-rokok gelap juga sudah berkurang secara signifikan, walaupun masih ada ya," ungkap Purbaya.

(Lukman Diah Sari)