Kobaran Api di Tahura Bukit Soeharto Kaltim Berhasil Dipdamkan

K?ondisi Tahura Bukit Soeharto usai dilanda Karhutla (Dok. Humas Polres Kukar)

Kobaran Api di Tahura Bukit Soeharto Kaltim Berhasil Dipdamkan

Media Indonesia • 7 August 2026 16:32

Kutai Kartanegara: Tim gabungan berhasil memadamkan kobaran api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto pada Kamis sore, 6 Agustus 2026, di Kilometer 37 Jalan Poros Samarinda–Balikpapan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Kapolsek Loa Janan, AKP Abdillah Dalimunthe, mengatakan karhutla di Tahura Bukit Soeharto terjadi pada pukul 15.10 Wita hingga 17.30 Wita.

"Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 2 hektare, dengan objek yang terbakar berupa semak belukar, ilalang, ranting-ranting kering, dan vegetasi hutan di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto," ungkap Abdillah, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari ranting-ranting pohon yang telah mengering kemudian terbakar, sehingga api dengan cepat merambat ke vegetasi di sekitarnya akibat kondisi cuaca yang panas dan kering.

Sementara itu, proses pemadaman dilakukan secara terpadu dengan menggunakan kendaraan pemadam, mesin pompa air, dan peralatan pemadam manual dengan melibatkan personel gabungan dari anggota Polsek Loa Janan, Damkar Desa Tani Harapan, Relawan Siaga Batuah (RSB), Manggala Agni, Dinas Kehutanan, personel Damkar PT BSSR, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Pemerintah Desa Tani Harapan.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sehingga tidak meluas ke kawasan hutan yang lebih luas lagi," ujar Kapolsek.


Petugas berusaha memadamkan kebakaran lahan di Jalan Jenderal Sudirman Km 4 yang menjalar mendekati Perumahan Pandawa, Sampit, Kamis malam (6/8/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Tim gabungan kemudian melakukan proses pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api dan dilakukan pemantauan secara berkala guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan, terkhusus pada musim kemarau seperti ini, dan segera laporkan kepada petugas apabila menemukan adanya titik api," pungkasnya. (EM)

(Lukman Diah Sari)