Kloter 23 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jemaah Meninggal di Tanah Suci

Jemaah Haji Kloter 23 saat berada di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 18 Juni 2026. (Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin)

Kloter 23 Debarkasi Makassar Tiba, Satu Jemaah Meninggal di Tanah Suci

Muhammad Syawaluddin • 18 June 2026 19:04

Makassar: Jemaah haji kloter 23 Debarkasi Makassar telah tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, berjumlah 388 orang termasuk petugas haji. Kepulangan kloter 23 diselimuti kabar duka atas wafatnya seorang jemaah asal Kabupaten Wajo saat menunaikan ibadan haji di Tanah Suci.

Wakil Koordinator Bidang Pelayanan Jemaah Lansia dan Disabilitas PPIH Debarkasi Makassar, Abd. Gaffar, mengatakan bahwa pada kloter 23 awalnya berjumlah 391 orang. Namun satu orang asal Wajo, bernama Lau Bade Mapperreng, 66, meninggal dunia.

"Sementara dua jemaah lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 18 Juni 2026.


Jemaah haji disabilitas asal Kabupaten Bone, Baharuddin, saat berada di Asrama Haji Sudiang Makassar, Sulawesi Selatan. Dokumentasi/ Istimewa.

Ia mengungkapkan, Kloter 23 terdiri atas 324 orang asal Wajo, 27 orang asal Luwu Timur, 22 orang asal Palopo, tujuh orang asal Maros, dan dua orang asal Gowa, serta didampingi empat petugas kloter. Gaffar mengucapkan rasa terima kasihnya dan mengapresiasi seluruh petugas dan penyelenggara haji yang telah memberikan pelayanan optimal, termasuk kepada jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

"Alhamdulillah, jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat. Terima kasih kepada seluruh petugas yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga pelayanan kepada jemaah selama di Tanah Suci maupun saat pemulangan dapat berjalan lancar," ujarnya. 

Kabag Kesra Wajo, M. Arwes, mewakili pemerintah daerah menerima secara resmi penyerahan jemaah dari PPIH Debarkasi Makassar untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah masing-masing. Prosesi penerimaan berlangsung penuh haru. 

(Lukman Diah Sari)