Karhutla di Gunung Butak dan Kawinajang Malang Capai 400 Hektare

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Kawinajang/BPBD Kabupaten Malang

Karhutla di Gunung Butak dan Kawinajang Malang Capai 400 Hektare

Daviq Umar Al Faruq • 10 September 2026 08:32

Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda kawasan Petak 100, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kebakaran yang berlangsung sejak Selasa, 1 September 2026, tersebut menghanguskan area di kawasan Gunung Butak dan Gunung Kawinajang dengan luasan terdampak mencapai sekitar 400 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Purwoto, mengatakan tim operasi pemadaman darat telah melakukan pemantauan sekaligus pemetaan titik api di lereng Gunung Kawinajang pada Rabu, 9 September 2026.

Sebelum meninggalkan lokasi dan kembali ke Pos Lapang PB Penanganan Darurat Bencana, personel juga membuat sekat bakar sebagai bagian dari upaya penanganan kebakaran.

"Berdasarkan hasil pemantauan luasan area yang terbakar di Petak 100 kurang lebih 400 hektare. Di Lereng Kawinajang masih terdapat titik-titik api kecil dengan vegetasi yang terbakar sebagian besar adalah semak belukar," kata Purwoto, Kamis, 10 September 2026.
 


Kabut Tebal Hambat Pemadaman Darat

Upaya pemadaman langsung di lereng Kawinajang menghadapi kendala medan dan kondisi cuaca. Kabut tebal membuat jarak pandang terbatas, sementara lokasi titik api berada di kawasan hutan dengan kontur lereng yang sulit dijangkau. Situasi tersebut turut menjadi pertimbangan keselamatan bagi personel yang diterjunkan melalui jalur darat.

"Pemadaman darat tidak memungkinkan untuk dilakukan karena terhalang kabut yang cukup tebal dan lokasi titik api berada di hutan pada lereng yang sulit dijangkau oleh tim pemadaman darat," ujar Purwoto.

Sebagai langkah penanganan sementara, petugas mengoptimalkan pemantauan visual dari lokasi yang dinilai aman pada Rabu malam. Pengawasan dilakukan melalui dua titik pantau utama, yakni Pos Lapang dan Bendosari.

Tim observasi lapangan kembali dijadwalkan bergerak pada Kamis, 10 September 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperoleh pemetaan sebaran titik api secara lebih akurat. Penanganan juga akan melibatkan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) 8 Surabaya.


Suasana kebakaran di Gunung Butak. Dokumentasi/ BPBD Kota Batu



Penanganan karhutla juga berlangsung di lokasi berbeda, yakni kawasan Gunung Malang, Desa Pujon Kidul. Di wilayah tersebut, garis api dilaporkan membentang sekitar 500 meter.

Tim di lapangan terus melakukan pengendalian terhadap kobaran api untuk mencegah penyebaran menuju kawasan hutan di sekitarnya.

Operasi penanggulangan karhutla melibatkan ratusan personel gabungan dari sejumlah instansi. Unsur yang terlibat meliputi BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, serta relawan setempat.

Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memantau perkembangan titik api sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya di kawasan terdampak.

(Whisnu M)