Epstein Files adalah ribuan halaman dokumen pengadilan yang mengungkap jaringan di balik skandal Jeffrey Epstein. (Anadolu Agency)
Jutaan Dokumen Epstein Dirilis, Departemen Kehakiman AS Bantah Lindungi Trump
Willy Haryono • 31 January 2026 18:01
Washington: Departemen Kehakiman Amerika Serikat mulai merilis jutaan halaman baru dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein pada Jumat. Rilis tersebut mencakup lebih dari tiga juta dokumen, 180 ribu gambar, serta sekitar 2.000 video, dan kembali memicu kontroversi politik yang membayangi Presiden Donald Trump.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menegaskan Gedung Putih tidak berperan dalam proses peninjauan dan penyuntingan dokumen tersebut. Ia menyatakan tidak ada campur tangan dalam menentukan bagian mana yang dibuka atau disensor.
“Kami tidak melindungi Presiden Trump. Kami tidak melindungi siapa pun,” kata Blanche dalam konferensi pers, dikutip dari The New Arab, Sabtu, 31 Januari 2026.
Departemen Kehakiman menyebut sebagian dokumen yang dirilis mengandung klaim “tidak benar dan sensasional," termasuk laporan yang diajukan kepada FBI sebelum Pemilu Presiden AS 2020.
Namun Blanche membantah tudingan bahwa materi yang berpotensi merugikan Trump telah disunting secara khusus, meski ia sebelumnya pernah menjadi pengacara pribadi Trump.
Blanche mengatakan seluruh gambar perempuan dan anak perempuan disensor, kecuali yang menampilkan Ghislaine Maxwell, mantan pasangan Epstein yang telah divonis bersalah atas perdagangan anak di bawah umur dan kini menjalani hukuman penjara 20 tahun.
Meski demikian, sekelompok penyintas dugaan kekerasan seksual Epstein menyatakan masih terdapat informasi identitas korban dalam dokumen yang dirilis, sementara para pelaku disebut tetap tersembunyi.
Dalam pernyataan bersama yang ditandatangani 19 orang, mereka menuntut pembukaan penuh seluruh arsip Epstein serta meminta Jaksa Agung Pam Bondi memberikan penjelasan langsung saat bersaksi di Kongres bulan depan.
Keterkaitan dengan Sejumlah Tokoh Ternama
Epstein, seorang pemodal kaya AS, meninggal dunia di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan anak di bawah umur. Kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri.Rilis dokumen sebelumnya telah mengungkap hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh ternama, mulai dari pengusaha, akademisi, selebritas, hingga politisi, termasuk Trump dan mantan Presiden Bill Clinton. Keduanya sejauh ini tidak didakwa melakukan pelanggaran hukum.
Dalam salah satu draf email yang turut dipublikasikan, Epstein menuding pendiri Microsoft Bill Gates terlibat hubungan di luar pernikahan. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Gates Foundation. Dokumen lain juga menyinggung produser film dan pemilik bersama klub New York Giants, Steve Tisch, dalam korespondensi pribadi Epstein.
Kasus Epstein selama bertahun-tahun memicu berbagai teori konspirasi, khususnya di kalangan pendukung garis keras Trump, yang meyakini adanya jaringan perdagangan seks yang melibatkan elite global. Hingga kini, hanya Maxwell yang diproses hukum atas kejahatan Epstein.
Blanche meredam ekspektasi bahwa rilis terbaru ini akan berujung pada dakwaan baru. Ia menyatakan keterlambatan publikasi dokumen disebabkan proses penyuntingan yang panjang guna melindungi identitas lebih dari 1.000 korban dugaan kejahatan Epstein.
Baca juga: Apa Itu Epstein Files? Dokumen Skandal Elite Global yang Mengguncang Dunia