Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi di Pasar Modal Naik Jadi 20%

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Limit Investasi Dana Pensiun dan Asuransi di Pasar Modal Naik Jadi 20%

Siti Yona Hukmana • 30 January 2026 15:26

Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk menaikkan limit investasi dana pensiun (dapen) dan asuransi di pasar modal Indonesia, dari sebelumnya delapan persen ke angka 20 persen.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto atas arahan Presiden Prabowo Subianto, usai menghadiri rapat terbatas di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta. Rapat ini dihadiri juga oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan BPKM Rosan Roeslani, sekaligus Ketua Danantara; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa; dan Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria.

"Nah kemudian langkah berikutnya adalah tadi kami bahas juga dengan Pak Menteri Keuangan, dana pensiun, asuransi, itu limit untuk investasi di pasar modalnya ditingkatkan dari delapan persen ke 20 persen," kata Airlangga di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 30 Januari 2026.


Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers perkembangan ekonomi terkini. Foto: Metro TV/Siti Yona Hukmana.
 

Sejalan dengan standar OECD


Airlangga mengatakan, anggaran terkait dengan regulasi baru ini sejalan dengan standar di negara-negara Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Yakni organisasi antarpemerintah internasional dengan 38 negara anggota, yang didirikan pada 1961 untuk mendorong kemajuan ekonomi dan perdagangan dunia.

"Jadi kita sudah semakin mendekati kepada permintaan daripada standar internasional. Dan Indonesia komitmen untuk mengadopsi standar-standar tersebut agar tentunya kita bisa mempertahankan standar emerging market," ujar Airlangga.

Harapannya, dengan regulasi ini pasar modal Indonesia menjadi lebih kuat, adil, kompetitif, dan transparan. Sebab, Airlangga meyakini ini merupakan sinyal kepada global market.

"Tetapi faktor fundamental ekonomi kita tetap kuat dan pemerintah tidak khawatir. Terkait dengan kondisi makro ekonomi maupun kondisi fiskal kita," ujar Airlangga.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)