Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. Foto: Metrotvnews.com
Indonesia Komitmen Angkat Isu Palestina Pada Sidang Majelis Umum PBB
Muhammad Reyhansyah • 17 September 2026 15:34
Jakarta: Isu Palestina menjadi salah satu contoh konkret penerjemahan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan hukum internasional.
Hal ini tetap menjadi perhatian Indonesia yang akan dibawa pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) pekan depan dan Menteri Luar Negeri Sugiono akan memimpin delegasi ke New York, Amerika Serikat (AS).
Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang, pesan Indonesia tidak hanya terbatas pada dukungan terhadap Palestina, tetapi juga mencakup konsistensi dalam memperjuangkan penyelesaian konflik berdasarkan hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan, perlindungan warga sipil, serta akses kemanusiaan.
“Palestina adalah contoh konkret bagaimana Indonesia menerjemahkan komitmen kita terhadap perdamaian dan hukum internasional,” ujar Yvonne dalam press briefing di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
UNGA ke-81 mengangkat tema “Restoring Trust, Managing Transformation: A United Nations That Delivers For All”. Dalam rangkaian pertemuan tersebut, Menlu Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 agenda, termasuk debat umum, pertemuan tingkat tinggi, serta sejumlah pertemuan bilateral.
UNGA merupakan forum utama Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mempertemukan seluruh negara anggota untuk membahas isu perdamaian dan keamanan, pembangunan, hak asasi manusia, hukum internasional, serta berbagai persoalan global.
Sidang reguler UNGA dibuka setiap September dan rangkaian pertemuan tingkat tinggi atau High Level Week menjadi momentum bagi para pemimpin dan pejabat senior negara untuk menyampaikan pandangan serta prioritas kebijakan luar negeri masing-masing.
Pada sesi ke-81, sidang dibuka pada 8 September 2026, sementara debat umum dijadwalkan berlangsung pada 22–26 September dan 28 September 2026 di Markas Besar PBB, New York.