Pasukan Yaman mengklaim merebut kembali Gunung Al-Bazla dan kawasan Madkhula dari Houthi. (Anadolu Agency)
Pasukan Yaman Klaim Rebut Dua Posisi Houthi di Taiz dan Lahj
Willy Haryono • 19 September 2026 08:26
Sanaa: Pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah merebut kembali dua posisi dari kelompok Houthi setelah pertempuran sengit di wilayah antara Provinsi Taiz dan Lahj pada Jumat kemarin.
Asisten Wakil Menteri Informasi Yaman Fayyad al-Numan mengatakan pasukan pemerintah dan kelompok Popular Resistance berhasil merebut Gunung Al-Bazla dan kawasan Madkhula di front Al-Aghbara.
Front tersebut berada di antara Distrik Al-Wazi'iyah di Provinsi Taiz dan wilayah Al-Subaiha di Provinsi Lahj.
"Angkatan bersenjata dan Popular Resistance di front Al-Aghbara berhasil merebut kembali Gunung Al-Bazla dan kawasan Madkhula setelah pertempuran sengit dengan milisi Houthi," kata Al-Numan kepada Anadolu, Sabtu, 19 September 2026.
Menurut Al-Numan, pasukan pemerintah menimbulkan korban dan kerugian peralatan di pihak Houthi selama pertempuran. Pasukan pemerintah juga menyerang bala bantuan yang dikirim kelompok tersebut.
"Angkatan bersenjata juga menargetkan posisi dan kendaraan militer milik milisi Houthi di Desa Al-Hartha, kawasan Al-Dharifa, Distrik Al-Wazi'iyah, sebelah barat Taiz," ujarnya.
Hingga saat ini, Houthi belum memberikan komentar mengenai pertempuran tersebut.
Front Strategis Taiz-Lahj
Front Al-Aghbara dinilai strategis karena berada di antara Lahj dan Taiz. Lokasinya memungkinkan operasi militer di kawasan tersebut terhubung dengan sejumlah front pertempuran di kedua provinsi.Perkembangan terbaru terjadi di tengah perubahan penguasaan wilayah dan meningkatnya pertempuran di sejumlah front Yaman.
Houthi dalam beberapa waktu terakhir dilaporkan bergerak maju di sepanjang pesisir barat dan menguasai sejumlah kawasan strategis di Provinsi Hudaydah dan Taiz, termasuk Kota Mokha.
Kelompok tersebut juga dilaporkan menguasai sejumlah pulau di Laut Merah, termasuk Pulau Mayyun yang berada di Selat Bab el-Mandeb.
Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman dilaporkan mengalami kemajuan di Provinsi Al-Jawf menuju ibu kota provinsi, Al-Hazm. Pertempuran juga masih berlangsung di sejumlah front di Marib, Al-Dhalea, dan Al-Bayda.
Media lokal turut melaporkan serangkaian serangan udara yang menargetkan posisi dan pergerakan Houthi di sejumlah wilayah.
Eskalasi Sejak Juli
Rangkaian pertempuran tersebut merupakan bagian dari eskalasi militer yang dimulai pada awal Juli dan disebut sebagai periode pertempuran paling intens setelah bertahun-tahun relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022.Pertempuran kembali meningkat sepanjang September, terutama di sepanjang pesisir barat Yaman dan kawasan sekitar Selat Bab el-Mandeb.
Yaman telah dilanda perang sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Perkembangan tersebut mendorong koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Baca juga: Militer Yaman Klaim 30 Anggota Houthi Tewas dalam Pertempuran di Taiz