Ledakan di Biak Numfor, diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. (DOK Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua)
5 Korban Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Dimakamkan Satu Liang Lahat
Lukman Diah Sari • 2 June 2026 10:13
Jayapura: Suasana duka dan haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua, saat lima korban meninggal akibat ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II dimakamkan dalam satu liang lahat, pada Senin, 1 Juni 2026. Sebelum dimakamkan, kelima korban terlebih dahulu menjalani ibadah pelepasan yang berlangsung di Ruang Jenazah RSUD Biak Numfor.
Prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga korban, masyarakat, tokoh agama, unsur Pemerintah Daerah, serta perwakilan TNI-Polri yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada para korban. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kasat Intelkam Polres Biak Numfor Iptu Yuan Charles Rumsarwir yang mewakili Kapolres Biak Numfor.
Ibadah pelepasan dipimpin oleh Pdt. Gideon Kawer. Dalam suasana penuh haru, keluarga korban dan masyarakat memanjatkan doa serta mengiringi kepergian para korban yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ledakan tersebut.

Prosesi pemakaman lima korban ledakan di Biak Numfor, diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II. (DOK Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua)
Lima korban yang dimakamkan dalam satu liang lahat, yakni:
-
Israel Raubaba, 7 tahun
-
Yisrel Raubaba, 5 tahun
-
Karmila Ayorbaba, 25 tahun
-
Delfin Raubaba, 41 tahun
-
Moris Raubaba, 24 tahun
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, seluruh instansi terkait, dan masyarakat yang telah membantu proses penanganan pascakejadian. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Markus, dalam keterangan resmi diterima pada Selasa, 2 Juni 2026.
Baca Juga :
Prosesi pemakaman diawali dengan ibadah singkat sebelum seluruh peti jenazah diturunkan ke dalam satu liang lahat. Suasana semakin haru ketika keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir serta menaburkan tanah sebagai simbol perpisahan kepada orang-orang tercinta.
Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim gabungan masih terus melakukan pengamanan lokasi ledakan serta pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan. Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.
"Atas nama Polda Papua, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada keluarga dalam menghadapi cobaan ini. Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi, pencarian korban, hingga pemakaman para korban," ujar Cahyo Sukarnito.