Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: ANTARA/Citro Atmoko.
Petugas Haji 2027 bakal Wajib Diklat di Barak
Fachri Audhia Hafiez • 3 June 2026 14:20
Makkah: Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan seluruh petugas haji untuk musim penyelenggaraan 2027, wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) berbasis militer di barak. Kebijakan ketat ini diberlakukan demi mendongkrak kualitas mental, fisik, dan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan prima bagi jemaah haji Indonesia.
"Ke depan kami pastikan semua petugas harus mengikuti pelatihan. Pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa kualitas layanan sangat dipengaruhi oleh kesiapan petugas sebelum bekerja," kata Dahnil di Makkah, Arab Saudi, dikutip dari Antara, Rabu, 3 Juni 2026.
Dahnil memaparkan, kewajiban masuk barak ini berlaku komprehensif bagi seluruh unsur petugas tanpa terkecuali. Aturan ini mengikat mulai dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga petugas yang melekat di kloter dan embarkasi. Standarisasi ini diterapkan guna mengikis kesenjangan keterampilan (skill gap) antara petugas rekrutan pusat dan daerah.
Selain peningkatan kapasitas SDM, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan gebrakan struktural baru untuk operasional haji 2027. Yakni, dengan membentuk Daerah Kerja (Daker) Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), secara khusus.
Langkah ini diambil sebagai komitmen serius pemerintah dalam membenahi titik paling krusial selama fase puncak haji. Dahnil menjelaskan, satuan kerja (satker) baru ini nantinya akan diberikan mandat penuh dan fokus total untuk mengendalikan wilayah Armuzna.
"Ke depan kami akan membentuk Daker Armuzna yang memang secara khusus bertugas hanya di Armuzna," ujar Dahnil.
.jpeg)
Ilustrasi petugas haji. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol Munir.
Melalui kehadiran Daker khusus ini, para petugas yang ditempatkan di kawasan tersebut dipastikan tidak akan lagi dibebani oleh tugas-tugas tambahan di sektor luar. Pola ini sengaja dirancang agar mereka dapat mencurahkan seluruh energi dan fokusnya untuk mengawal pergerakan massa serta menjamin keselamatan jutaan jemaah Indonesia.
Seluruh paket inovasi strategis dan penguatan kapasitas ini merupakan buah dari hasil evaluasi komprehensif atas kesuksesan operasional haji tahun 2026. Manajemen Kemenhaj meyakini, persiapan matang yang dicuri sejak awal akan menjadi fondasi utama untuk menghadirkan musim haji yang jauh lebih tertib, profesional, dan aman bagi jemaah.