Hadapi Krisis Global, Malaysia Dorong Peningkatan Perdagangan Intra-ASEAN

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan. Foto: Metrotvnews.com

Hadapi Krisis Global, Malaysia Dorong Peningkatan Perdagangan Intra-ASEAN

Muhammad Reyhansyah • 4 June 2026 15:17

Jakarta: Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mendorong peningkatan perdagangan dan investasi antarnegara ASEAN sebagai langkah memperkuat ketahanan ekonomi kawasan di tengah berbagai ketidakpastian global.

Tok Mat, sapaan akrab Menlu Malaysia itu mengatakan, para pemimpin ASEAN menginginkan hubungan ekonomi di dalam kawasan semakin diperkuat karena nilai perdagangan sesama negara anggota masih relatif rendah dibandingkan perdagangan dengan negara-negara di luar ASEAN.

“Kita banyak berdagang dengan negara di luar ASEAN. Perdagangan antara negara-negara ASEAN ini tidak sampai 25 persen,” ujar Tok Mat dalam joint press statement usai Pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) Indonesia-Malaysia ke-17 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut dia, Indonesia dan Malaysia membahas berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perdagangan dan investasi di kawasan sebagai bagian dari implementasi arahan para pemimpin ASEAN.

“Bagaimana cara untuk kita tingkatkan perdagangan dan peleburan sesama kita dalam ASEAN?” kata Tok Mat.

Tok Mat mengatakan, berbagai krisis global dalam beberapa tahun terakhir menjadi pelajaran penting bagi negara-negara ASEAN untuk memperkuat kerja sama ekonomi internal.

Ia secara khusus menyinggung dampak konflik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina yang telah memengaruhi stabilitas ekonomi dan rantai pasok global.

Menurut Tok Mat, peningkatan perdagangan intra-ASEAN pada akhirnya akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan.

“Yang mendapat kebaikannya nanti adalah rakyat kita,” katanya.

Konektivitas Antarmasyarakat 

Selain perdagangan dan investasi, Indonesia dan Malaysia juga membahas pentingnya peningkatan konektivitas antarmasyarakat guna memperkuat hubungan ekonomi kawasan.

Tok Mat menilai, kemudahan mobilitas dan keterhubungan antarnegara menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan kerja sama ekonomi.

“Bila kita berbicara soal perdagangan, kita ingin membahas tentang kesalingterhubungan, konektivitas. Bagaimana cara memudahkan rakyat antara negara agar bisa berhubung antara satu sama lain,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tok Mat juga mengungkapkan adanya perkembangan positif dalam pembahasan sejumlah isu bilateral yang telah berlangsung cukup lama, termasuk terkait batas darat dan maritim antara Indonesia dan Malaysia.

Menurut dia, sejumlah isu tersebut mulai mendekati tahap penyelesaian dan diharapkan dapat dibawa ke tingkat pemimpin kedua negara dalam forum Annual Consultation yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun ini di Malaysia.

(Fajar Nugraha)