Ilustrasi. Foto: dok MI.
Fundamental Pasar Modal Dipastikan Solid, Meski Sempat Terkoreksi hingga 4%
Husen Miftahudin • 4 June 2026 17:40
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan fundamental pasar modal tetap solid di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terkoreksi hingga empat persen dalam dua hari terakhir.
Pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, IHSG ditutup melemah 4,11 persen atau turun 254,36 poin dari 6.207,10 pada pembukaan menjadi 5.941,07 pada penutupan. Koreksi berlanjut pada Kamis, 4 Juni 2026, hingga sesi I perdagangan dengan penurunan 3,48 persen. Namun, pada akhir perdagangan Kamis, IHSG ditutup melemah lebih terbatas, yakni 1,70 persen.
"Fundamental pasar kita pada saat ini dalam kondisi yang baik," tegas Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik di BEI, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Lebih lanjut, Jeffrey menjelaskan berdasarkan laporan keuangan emiten per akhir 2025, seluruh perusahaan tercatat membukukan pertumbuhan laba lebih dari 21 persen.
Sementara itu, pada kuartal I 2026 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, khususnya pada saham-saham dalam kelompok LQ45, tercatat pertumbuhan laba bersih hampir 30 persen atau sebesar 29,9 persen.
Selain itu, dari sisi distribusi laba, sekitar 80 persen perusahaan tercatat membukukan laba bersih pada kuartal I 2026. Angka tersebut, menurut Jeffrey, menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Sebagai perbandingan, ia menyebutkan pada 2020 hanya 63 persen perusahaan tercatat yang membukukan laba bersih, sedangkan pada periode 2021-2025 berada pada kisaran 73-76 persen perusahaan yang mencatatkan keuntungan.
"Itu tentu menunjukkan bahwa fundamental dari perusahaan-perusahaan tercatat kita saat ini dalam kondisi baik. Tentu ini dapat dijadikan landasan untuk mengambil keputusan bagi para investor," kata Jeffrey.
| Baca juga: IHSG Turun Tipis Pekan Ini, Ditutup pada Level 6.127 |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
Tegaskan keberlanjutan reformasi pasar modal
Menanggapi isu kepercayaan pasar di tengah koreksi IHSG, Jeffrey menegaskan berbagai langkah yang dilakukan dalam reformasi pasar modal adalah untuk memperkuat kepercayaan investor.
"Dengan kita meningkatkan transparansi, kita meningkatkan granularitas data, kita memberikan informasi terkait high shareholding concentration, itu seluruhnya adalah upaya kita untuk meningkatkan kembali kepercayaan investor kepada pasar kita," ujar dia.
Adapun terkait kebijakan, Jeffrey menambahkan sejumlah ketentuan yang telah disepakati pada tahun lalu masih berlaku, seperti kebijakan buyback saham tanpa persetujuan RUPS serta penundaan pelaksanaan short selling.
Dalam kesempatan tersebut, ia pun kembali mengingatkan investor untuk mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, serta menyesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
"Kami tentu tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada investor untuk dapat mengambil keputusan investasi secara rasional, memperhatikan fundamental, dan juga berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing investor," kata Jeffrey.