Fenomena Bediding Mulai Terasa di Malang, Waspada Suhu Dingin

Kota Malang. MTVN/Daviq Umar Al Faruq

Fenomena Bediding Mulai Terasa di Malang, Waspada Suhu Dingin

Daviq Umar Al Faruq • 3 June 2026 11:00

Malang: Fenomena suhu dingin atau bediding mulai terasa di Kota Malang, Jawa Timur, sejak akhir Mei 2026. Kondisi udara yang lebih dingin pada malam hingga pagi hari diperkirakan berlangsung lebih intens dalam beberapa bulan ke depan.

Kepala BPBD Kota Malang, Prayitno, mengatakan fenomena bediding tahun ini berpotensi lebih kuat dibanding biasanya. Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang bersamaan dengan dampak El Nino sehingga memicu anomali suhu udara.

“Penurunan suhu terjadi karena minimnya tutupan awan saat musim kemarau, sehingga panas yang tersimpan di permukaan bumi pada siang hari lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari. Selain itu, angin muson timur dari Australia juga membawa massa udara yang lebih kering dan dingin ke wilayah Indonesia,” ujar Prayitno, Rabu 3 Juni 2026.

Menurut Prayitno, minimnya tutupan awan membuat panas di permukaan bumi lebih cepat hilang ketika malam tiba. Dampaknya, suhu udara pada dini hari hingga pagi hari terasa lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kelompok Rentan Diminta Waspada

BPBD Kota Malang mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama fenomena bediding berlangsung. Warga diminta lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.

"Masyarakat diimbau menggunakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, menjaga daya tahan tubuh, serta mengurangi aktivitas yang berisiko terpapar udara dingin secara berlebihan," imbuh Prayitno.

Ilustrasi-Fenomena embun es di kawasan Gunung Bromo. (2025/Dokumentasi/ istimewa)

Prayitno menegaskan masyarakat tidak perlu panik menghadapi fenomena musiman tersebut. Namun, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan diminta lebih waspada terhadap perubahan suhu ekstrem.

"Yang perlu diperhatikan adalah kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Suhu dingin dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan apabila tidak diantisipasi dengan baik," ujar Prayitno.

Berpotensi Ganggu Pertanian dan Peternakan

Fenomena bediding juga berpotensi berdampak pada sektor pertanian dan peternakan di wilayah dataran tinggi sekitar Malang. Suhu udara yang terlalu rendah dapat memicu munculnya embun es atau bun upas yang berisiko merusak tanaman pertanian.

Karena itu, BPBD Kota Malang meminta petani dan peternak melakukan langkah antisipasi sejak dini untuk menekan potensi kerugian. Masyarakat juga diimbau rutin memantau perkembangan cuaca selama periode musim kemarau berlangsung.

"Kami berharap masyarakat terus memantau informasi cuaca dan melakukan langkah-langkah pencegahan sesuai kondisi di wilayah masing-masing," pungkas Prayitno.

(Lukman Diah Sari)