Menlu Sugiono mengikuti rangkaian High Level Meeting di Sidang Majelis Umum PBB di New York. Foto: Kemlu RI
Pidato Menlu Sugiono di Sidang Majelis Umum PBB akan Singgung Isu Ketahanan Global
Fajar Nugraha • 24 September 2026 04:43
New York: Menteri Luar Negeri Sugiono mengikuti High Level Week Sidang Majelis Umum (SMU) PBB sesi ke-81 yang kemarin dibuka.
Menlu Sugiono menghadiri pembukaan Debat Umum Sidang Majelis Umum (SMU) PBB dipimpin oleh Dr. Kalilur Rahman, dalam kapastiasnya sebagai Presiden SMU PBB ke-81. Rahman juga merupakan Menteri Luar Negeri Bangladesh.
“Sementara Indonesia sendiri akan menyampaikan national statement-nya pada Sabtu, 26 September di sesi sore (waktu New York). National statement Indonesia akan membawa pesan utama tentang pentingnya membangun ketahanan global yang ditopang oleh ketahanan nasional dan kawasan yang kuat tentu saja,” ujar Menlu Sugiono dalam keterangan video dari Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 24 September 2026.
“Di tengah situasi dunia saat ini yang begitu tidak menentu dan tidak pasti, membangun ketahanan bersama merupakan langkah penting dalam rangka mengatasi tantangan-tantangan global yang kita hadapi diberbagai sektor,” ujar Menlu Sugiono.
“Saya juga akan menyampaikan pandangan Indonesia mengenai perdamaian dan keamanan internasional, mengenai isu Palestina, kemudian penguatan sistem multilateralisme, reformasi PBB, serta penguatan peran Global South,” imbuh Menlu Sugiono.
Bilateral
Dalam dua hari ini, menlu telah mengikuti beberapa pertemuan tingkat tinggi dan beberapa pertemuan bilateral. Pertama adalah pertemuan Group of 8 pada Senin 21 September 2026.Salah satu pertemuan yang dihadiri adalah pertemuan Tingkat Menteri Group of 8 Arab and Islamic Countries yang terdiri dari Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Persatuan Emirat Arab. Perhatian utama Indonesia adalah memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan.
Ini berarti terus mendorong gencatan senjata permanen, memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta mempercepat pemulihan dan rekonstruksi Gaza.
Masih terkait Palestina, Menlu juga menghadiri pertemuan “The Road Ahead: One Year After the New York Declaration”, yang membahas langkah-langkah konkret untuk mendorong implementasi Solusi Dua Negara dan proses perdamaian di Gaza.
Tahun lalu, pada momen yang sama kita juga telah menyusun roadmap yang sekarang waktunya kita bergerak menuju implementasi. Yang berikutnya pertemuan terkait dengan MIKTA.
Pertemuan Menteri Luar Negeri MIKTA yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia, yang tahun ini bertindak atau berperan selaku Ketua MIKTA.
“Kami bertukar pandangan mengenai kondisi multilateralisme saat ini dan peran middle powers di tengah dinamika global yang tentu saja semakin kompleks,” ujar Menlu Sugiono.
“Saya menyampaikan bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, MIKTA harus dapat menjadi kekuatan yang mampu menjembatani berbagai perbedaan kekuatan tersebut dan mendorong kerja sama yang konkret antar bangsa,” imbuh Menlu Sugiono.
Pertemuan lain yang saya hadiri kemarin adalah Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN–Pacific Alliance. Yang merupakan forum yang mempertemukan negara-negara ASEAN dengan empat negara Pacific Alliance, yaitu Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile.
Pertemuan tersebut membahas bagaimana kemitraan kedua kawasan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat yang konkret bagi masyarakat, seperti kerja sama di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan smart cities.