Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Damar.
Pramono Kenang Guruh Soekarnoputra sebagai Kreator Berjiwa Nasionalis
Muhammad Adyatma Damardjati • 26 September 2026 13:44
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka cita atas berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra bin Soekarno. Ia mengenang almarhum sebagai sahabat, seniman, budayawan, musisi, sekaligus politisi dan kreator.
Hal itu disampaikan Pramono saat ditemui di rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya No. 26, Jakarta, Sabtu, 26 September 2026. Menurut dia, jiwa nasionalisme Guruh sangat tinggi.
"Kita semua kehilangan seorang sahabat, teman, Mas Guruh. Saya mengenal Mas Guruh sudah lama sekali, dan Mas Guruh ini bukan hanya seniman, budayawan, musisi, tetapi juga politikus, tetapi juga seorang kreator," ujar Pramono.
Pramono secara pribadi mendoakan agar almarhum dilapangkan jalannya. Ia berharap karya dan warisan Guruh Soekarnoputra tetap menjadi perekat di hati masyarakat.
"Kita semua merasa kehilangan, dan saya secara pribadi mendoakan agar Mas Guruh dilapangkan jalannya. Apa yang ditinggalkan oleh Mas Guruh mudah-mudahan tetap menjadi perekat di hati kita, karena jiwa nasionalisme Mas Guruh itu sangat tinggi sekali," ungkap Pramono.
Pramono mengaku terakhir bertemu almarhum tiga minggu lalu. Sebulan sebelumnya, ia juga menerima kedatangan Guruh Soekarnoputra di kediamannya.
"Saya 3 minggu yang lalu ketemu dengan beliau, dan mungkin sebulan yang lalu saya juga menerima beliau. Memang terakhir-terakhir ini kondisi kesehatannya mulai mengalami penurunan, tetapi beliau masih bersemangat untuk bisa berkarya," sebut Pramono.

Ruma duka Guruh Soekarnoputra di Kebayoran Baru, Jaksel. Foto: Metro TV/Damar.
Pramono menyebut almarhum masih berkeinginan menampilkan kembali GSP atau Guruh Soekarno Putra. Menurutnya, almarhum juga sempat bekerja sama dengan sejumlah seniman, termasuk dalam pementasan monolog Maudy.
"Beliau masih berkeinginan untuk GSP itu bisa ditampilkan kembali. Bahkan beliau bekerja sama dengan beberapa seniman lainnya, termasuk ketika ada monolog yang dilakukan oleh Maudy. Sebenarnya awalnya sutradaranya itu Mas Guruh, tetapi karena kesehatan Mas Guruh, akhirnya Maudy sutradaranya yang lain," ujar Pramono.
Pramono menyebut rencana pemakaman akan dilakukan setelah disalatkan. Menurutnya, keluarga menunggu kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang baru tiba dari Manado.
"Rencana pemakaman setelah disalatkan langsung berangkat, karena memang keluarga menunggu Bu Mega. Bu Mega barusan sampai tadi, mungkin setengah jam yang lalu," kata Pramono.