Sempat Mati Suri, Kereta Api Sulawesi Kini Jadi Akses Primadona Wisata

Stasiun Maros. (Sumber: kai.id)

Sempat Mati Suri, Kereta Api Sulawesi Kini Jadi Akses Primadona Wisata

Lukman Diah Sari • 23 September 2026 10:01

Jakarta: Menjelang peringatan Hari Kereta Api, perkembangan perkeretaapian di luar Pulau Jawa patut menjadi sorotan, khususnya di Sulawesi. Setelah sempat mati suri, kehadiran Kereta Api (KA) rute Makassar–Parepare tidak hanya menjadi urat nadi logistik yang efisien, tetapi juga menjelma sebagai primadona pariwisata.

Trem yang Sempat Tertidur

Pembangunan rel kereta api di Sulawesi punya sejarah yang panjang. Pencangkulan rel di Nusantara tidak hanya terpusat di Jawa dan Sumatra, melainkan juga menyentuh Sulawesi pada 1922. Jalur sepanjang 47 kilometer yang membentang antara Takalar dan Makassar resmi beroperasi pada 1 Juli 1923, di bawah kendali Staatstramwegen op Celebes (STC) yang merupakan bagian dari perusahaan kereta api Hindia Belanda.


(Sumber: Indonesian Railway Preservation Society)

Sayangnya, lintasan ini berusia singkat. Rutenya yang menyusuri pesisir pantai membuat kereta api bersaing harga dengan kapal, perahu layar, serta angkutan truk lokal yang kala itu lebih murah. Badai krisis ekonomi yang melanda juga memaksa jalur Makassar–Takalar gulung tikar dan ditutup sepenuhnya pada 1 Agustus 1930. Selama lebih dari delapan dekade setelahnya, megaproyek perkeretaapian di pulau Sulawesi seolah tenggelam.

Kebangkitan Megaproyek Trans-Sulawesi

Geliat perkeretaapian perlahan bangkit melalui pencanangan groundbreaking pada 12 Agustus 2014. Harapan itu kian benderang ketika Presiden Joko Widodo meninjau langsung lokasi proyek di Desa Telumpanua, Kabupaten Barru, pada November 2015. Jalur ini menjadi fase pembuka dari megaproyek Trans-Sulawesi yang dirancang merajut ujung selatan (Makassar) hingga utara (Manado).

Pembangunan tahap pertama difokuskan pada bentangan Makassar–Parepare sejauh kurang lebih 145 kilometer. Proyek infrastruktur ini memaksimalkan komponen dalam negeri. Seluruh gerbong dan lokomotif dirakit oleh PT INKA, bantalan rel diproduksi PT Wijaya Karya, sementara perangkat pengunci rel dipasok dari PT Pindad. Armada ini diproyeksikan mampu berakselerasi dengan kecepatan 90 km/jam, memangkas drastis waktu tempuh Makassar–Parepare yang semula 3 jam menjadi 1,5 jam saja.

Menggerakkan Roda Pariwisata dan Ekonomi Lokal

Sejak diuji coba operasional pada akhir tahun 2022, KA perintis di Sulawesi ini langsung mencuri perhatian publik. Berdasarkan data dari KAI, mulai Januari hingga Agustus 2025, tercatat lebih dari 204 ribu penumpang memadati armada ini, melonjak 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Stasiun Maros. (Sumber: kemenhub.go,id)

VP of Public Relations KAI, Anne Purba, mengungkapkan moda ini sengaja diproyeksikan sebagai alternatif wisata yang asyik bagi pelancong. Jalur Trans-Sulawesi memang memanjakan para penumpang karena terhubung langsung dengan sejumlah destinasi andalan:
  • Penumpang dari Makassar bisa langsung menikmati suasana pesisir di Pantai Akkarena.

  • Rute ini juga melintasi kawasan Maros, tempat bernaungnya Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung yang tenar akan air terjun dan habitat kupu-kupunya.

  • Penumpang dapat menyinggahi deretan pantai cantik di sepanjang Kabupaten Barru.

  • Setibanya di Parepare, masyarakat bisa mencicipi kearifan budaya serta kuliner khas setempat.

  • Lebih istimewa lagi, kereta ini memiliki stasiun pemberhentian di Desa Salerang (Stasiun Rammang-Rammang), yang menjadi pintu masuk langsung ke panorama karst Rammang-Rammang—salah satu situs warisan dunia yang diakui UNESCO.

Informasi Jadwal Keberangkatan Kereta Api Sulawesi

Bagi masyarakat atau wisatawan yang ingin menikmati perjalanan kereta api di Sulawesi, terdapat dua layanan kereta reguler yang beroperasi setiap hari. Berikut rincian jadwal keberangkatannya:

1. Rute Stasiun Mandai – Barru – Palanro

KA Lontara 1
  • Stasiun Mandai: Berangkat 07.00 Wita
  • Stasiun Maros: Datang 07.05 Wita, Berangkat 07.07 Wita
  • Stasiun Rammang-Rammang: Datang 07.22 Wita, Berangkat 07.24 Wita
  • Stasiun Pangkajene: Datang 07.33 Wita, Berangkat 07.35 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang 07.51 Wita, Berangkat 07.53 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 08.08 Wita, Berangkat 08.10 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 08.20 Wita, Berangkat 08.22 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 08.39 Wita, Berangkat 08.41 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 08.52 Wita, Berangkat 09.02 Wita
  • Stasiun Takkalasi: Datang 09.26 Wita, Berangkat 09.28 Wita
  • Stasiun Mangkoso: Datang 09.42 Wita, Berangkat 09.44 Wita
  • Stasiun Palanro: Datang 09.54 Wita
KA Lontara 2
  • Stasiun Palanro: Berangkat 10.14 Wita
  • Stasiun Mangkoso: Datang 10.25 Wita, Berangkat 10.27 Wita
  • Stasiun Takkalasi: Datang 10.42 Wita, Berangkat 10.44 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 11.06 Wita, Berangkat 11.16 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 11.28 Wita, Berangkat 11.30 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 11.46 Wita, Berangkat 11.48 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 11.58 Wita, Berangkat 12.00 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang 12.15 Wita, Berangkat 12.17 Wita
  • Stasiun Pangkajene: Datang 12.33 Wita, Berangkat 12.35 Wita
  • Stasiun Rammang-Rammang: Datang 12.44 Wita, Berangkat 12.46 Wita
  • Stasiun Maros: Datang 13.01 Wita, Berangkat 13.03 Wita
  • Stasiun Mandai: Datang 13.09 Wita

2. Rute Stasiun Mandai – Garongkong

KA Lontara 3
  • Stasiun Mandai: Berangkat 14.07 Wita
  • Stasiun Maros: Datang 14.12 Wita, Berangkat 14.14 Wita
  • Stasiun Rammang-Rammang: Datang 14.29 Wita, Berangkat 14.31 Wita
  • Stasiun Pangkajene: Datang 14.40 Wita, Berangkat 14.42 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang 14.58 Wita, Berangkat 15.00 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 15.15 Wita, Berangkat 15.17 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 15.27 Wita, Berangkat 15.29 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 15.46 Wita, Berangkat 15.48 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 15.59 Wita, Berangkat 16.01 Wita
  • Stasiun Garongkong: Datang 16.13 Wita

KA Lontara 4
  • Stasiun Garongkong: Berangkat 19.55 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 20.06 Wita, Berangkat 20.08 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 20.19 Wita, Berangkat 20.21 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 20.38 Wita, Berangkat 20.40 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 20.49 Wita, Berangkat 20.51 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang 21.07 Wita, Berangkat 21.09 Wita
  • Stasiun Pangkajene: Datang 21.24 Wita, Berangkat 21.26 Wita
  • Stasiun Rammang-Rammang: Datang 21.35 Wita, Berangkat 21.37 Wita
  • Stasiun Maros: Datang 21.52 Wita, Berangkat 21.54 Wita
  • Stasiun Mandai: Datang 22.00 Wita

3. Rute Stasiun Garongkong – Mangilu

KA Andalan Celebes 1
  • Stasiun Garongkong: Berangkat 16.33 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 16.44 Wita, Berangkat 16.46 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 16.57 Wita, Berangkat 16.59 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 17.16 Wita, Berangkat 17.18 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 17.27 Wita, Berangkat 17.29 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang Ls, Berangkat 17.45 Wita
  • Stasiun Mangilu: Datang 17.56 Wita

KA Andalan Celebes 2

  • Stasiun Mangilu: Berangkat 18.11 Wita
  • Stasiun Labakkang: Datang Ls, Berangkat 18.22 Wita
  • Stasiun Ma'rang: Datang 18.37 Wita, Berangkat 18.39 Wita
  • Stasiun Mandalle: Datang 18.49 Wita, Berangkat 18.51 Wita
  • Stasiun Tanete Rillau: Datang 19.08 Wita, Berangkat 19.10 Wita
  • Stasiun Barru: Datang 19.21 Wita, Berangkat 19.23 Wita
  • Stasiun Garongkong: Datang 19.36 Wita
(Sumber: Indonesiabaik, Indonesian Railway Preservation Society, Setneg.go.id, kemenhub.go.id, KAI, Instagram DJKA)
*Pengerjaan artikel ini melibatkan peran kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan kontrol penuh tim redaksi.

(Lukman Diah Sari)