Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
KAI Terapkan B50, Proyeksikan Pengurangan Emisi 9.000 Ton
Eko Nordiansyah • 23 September 2026 14:24
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerapkan biodiesel B50 pada seluruh lokomotif dan kereta pembangkit berbahan bakar solar untuk layanan kereta api jarak jauh dan lokal sejak 1 Juli 2026. Sebelumnya, sarana tersebut menggunakan B40 sejak Januari 2026.
Berdasarkan situs resmi KAI?, peningkatan campuran biodiesel dari B40 menjadi B50 diproyeksikan mengurangi emisi sekitar 9.000 ton setara karbon dioksida (CO?e) selama periode 1 Juli hingga 24 Agustus 2026. Angka tersebut merupakan estimasi dibandingkan dengan skenario penggunaan B40, bukan hasil pengukuran emisi langsung.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penggunaan B50 menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi energi operasional.
"Transportasi masa depan membutuhkan pengelolaan energi yang semakin efisien dan terukur," ujar Anne dalam keterangannya, dikutip Rabu, 23 September 2026.

(Ilustrasi. Foto: Dok KAI)
Tambahan penggunaan biodiesel 4 juta liter
KAI memperkirakan kebutuhan bahan bakar untuk operasional kereta jarak jauh dan lokal selama 55 hari penerapan B50 mencapai sekitar 40 juta liter. Kenaikan porsi biodiesel sebesar 10 poin persentase dari B40 diperkirakan menambah penggunaan biodiesel sekitar empat juta liter.Adapun sepanjang 1 Januari hingga 24 Agustus 2026, KAI mencatat penggunaan bahan bakar minyak sekitar 172,23 juta liter untuk operasional kereta yang dikelolanya. Perhitungan proyeksi pengurangan emisi B50 tersebut hanya mencakup layanan kereta jarak jauh dan lokal yang menggunakan lokomotif serta kereta pembangkit berbahan bakar solar. (Selsha Septifanie Gunawan)