Pemerintahan Trump Pangkas 700 Agen ICE dari Minnesota di Tengah Ketegangan

Anggota ICE kerap dilanda kontroversi saat lakukan tugas. Foto: The New York Times

Pemerintahan Trump Pangkas 700 Agen ICE dari Minnesota di Tengah Ketegangan

Muhammad Reyhansyah • 6 February 2026 09:23

Minnesota: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana menarik sekitar 700 agen imigrasi federal dari Minnesota.

Pejabat perbatasan AS Tom Homan mengatakan, langkah tersebut akan mengurangi penempatan aparat yang sebelumnya memicu kontroversi secara nasional.

Dalam konferensi pers di Minneapolis, Homan mengatakan, keputusan itu diambil menyusul meningkatnya kerja sama antara aparat federal dan penegak hukum setempat. Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan pengurangan jumlah petugas karena operasi dapat dilakukan dengan tingkat keamanan yang lebih baik.

“Dengan meningkatnya kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan sebagai dampak dari berkurangnya kebutuhan akan petugas penegak hukum untuk menjalankan tugas ini di lingkungan yang lebih aman, saya mengumumkan bahwa mulai berlaku segera, kami akan menarik 700 personel,” kata Homan, dikutip dari Anadolu, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah bergerak “segera” untuk memprioritaskan penerapan kamera tubuh secara penuh bagi petugas di kota tersebut.

Pengumuman itu disampaikan di tengah gelombang protes terhadap operasi Immigration and Customs Enforcement (ICE) serta penembakan oleh agen imigrasi federal yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan di berbagai wilayah Minnesota. Aksi unjuk rasa tersebut kemudian meningkat dan meluas secara nasional.

Ketegangan semakin tajam setelah kematian Alex Pretti, seorang perawat unit perawatan intensif berusia 37 tahun, yang ditembak oleh petugas imigrasi bulan lalu, serta penembakan terhadap Renee Nicole Good, ibu tiga anak berusia 37 tahun, yang terjadi pada 7 Januari.

Insiden penembakan terhadap Pretti memperburuk situasi, mendorong para pemimpin lokal dan negara bagian untuk menuntut penyelidikan independen serta mempertanyakan tingkat kerja sama antara otoritas federal dan aparat penegak hukum setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)