Harga Minyak Merosot Hampir 3%

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Merosot Hampir 3%

Eko Nordiansyah • 2 February 2026 08:01

Houston: Harga minyak turun hampir tiga persen pada Senin, 2 Februari 2026. Penurunan ini karena Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa Iran "serius berbicara" dengan Washington.

Dilansir dari Investing.com, harga minyak mentah Brent turun USD1,90 per barel, kehilangan 2,8 persen menjadi USD67,39 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga turun USD1,90 per barel, atau kehilangan 2,9 persen menjadi USD63,32 per barel.

Kedua kontrak tersebut turun tajam dari sesi sebelumnya, ketika Brent mencapai level tertinggi enam bulan dan WTI berada di dekat level tertingginya sejak akhir September karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Trump ancam Iran

Trump berulang kali mengancam Iran dengan intervensi jika tidak menyetujui kesepakatan nuklir atau gagal menghentikan pembunuhan demonstran. 

Pada hari Sabtu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Iran "serius berbicara" dengan Washington, beberapa jam setelah pejabat keamanan tertinggi Teheran, Ali Larijani, mengatakan di X bahwa pengaturan untuk negosiasi sedang berlangsung.

"Saya harap mereka menegosiasikan sesuatu yang dapat diterima. Anda dapat membuat kesepakatan yang dinegosiasikan yang memuaskan tanpa senjata nuklir," kata Trump.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Penurunan ketegangan AS-Iran mendorong harga minyak turun karena aksi ambil untung, kata analis pasar IG, Tony Sycamore.

"Pasar minyak mentah menafsirkan ini sebagai langkah mundur yang menggembirakan dari konfrontasi, mengurangi premi risiko geopolitik yang tertanam dalam harga selama reli minggu lalu dan memicu aksi ambil untung," katanya.

Jeda produksi OPEC+

OPEC+ sepakat untuk mempertahankan produksi minyaknya tidak berubah untuk bulan Maret pada pertemuan hari Minggu. Pada bulan November, mereka membekukan peningkatan lebih lanjut yang direncanakan untuk Januari hingga Maret 2026 karena konsumsi yang lebih lemah secara musiman.

"Risiko geopolitik menutupi pasar minyak yang pada dasarnya bearish," kata Capital Economics dalam catatan tanggal 30 Januari.

"Contoh historis perang 12 hari tahun lalu (antara Israel dan Iran), dan pasar minyak yang pasokannya melimpah, masih akan menekan harga minyak mentah Brent pada akhir tahun 2026," lanjut mereka.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)