Prajurit TNI Olah Limbah Kayu Banjir di Aceh Tamiang Jadi Meja Kursi Sekolah

TNI di Kabupaten Aceh Tamiang memanfaatkan limbah kayu sisa banjir untuk dijadikan meja dan kursi belajar bagi siswa sekolah yang terdampak bencana. Foto: Istimewa

Prajurit TNI Olah Limbah Kayu Banjir di Aceh Tamiang Jadi Meja Kursi Sekolah

Fajri Fatmawati • 4 February 2026 15:12

Aceh Tamiang: Di tengah upaya pemulihan pascabencana, prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur 10 (Yonzipur 10) memanfaatkan limbah kayu sisa banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Kayu-kayu tersebut diolah menjadi meja dan kursi belajar untuk siswa sekolah yang terdampak.

Pengawas lapangan Yonzipur 10, Sertu Eko, menjelaskan pemanfaatan limbah kayu dilakukan prajurit yang tergabung dalam pos kerja TNI di Aceh Tamiang. "Kayu-kayu yang sebelumnya terbawa arus banjir dan menumpuk di sejumlah titik, kini dikumpulkan dan diolah menjadi perabot sekolah," kata Eko, Rabu, 4 Februari 2026.

Eko menerangkan proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong. Kegiatan itu meliputi pengukuran, pemotongan, hingga perakitan kayu menjadi meja dan kursi belajar yang layak digunakan siswa.
 


"Perabot hasil olahan limbah kayu banjir itu rencananya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah yang sarana belajarnya rusak akibat terjangan banjir. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak," ujar Eko.

Ia menambahkan pengumpulan kayu dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemuka masyarakat setempat. Tujuannya agar pemanfaatannya tepat guna dan tidak menimbulkan persoalan.


TNI di Kabupaten Aceh Tamiang memanfaatkan limbah kayu sisa banjir untuk dijadikan meja dan kursi belajar bagi siswa sekolah yang terdampak bencana. Foto: Istimewa

Selain untuk fasilitas pendidikan, sebagian limbah kayu banjir juga akan dimanfaatkan membantu pembangunan rumah warga yang rusak. Langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Kami kumpulkan kayu di satu titik setelah berkoordinasi dengan pemuka masyarakat, kemudian kami olah menjadi meja dan kursi untuk dimanfaatkan siswa belajar,” jelas Eko.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)