Muhammadiyah Solo Serentak Gelar Salat Tarawih Malam Ini

Warga Muhammadiyah di Kota Solo mulai melaksanakan salat tarawih, Selasa malam, 17 Februari 2026

Muhammadiyah Solo Serentak Gelar Salat Tarawih Malam Ini

Triawati Prihatsari • 17 February 2026 21:49

Solo: Warga Muhammadiyah di Kota Solo mulai melaksanakan salat tarawih, Selasa malam, 17 Februari 2026. Pelaksanaan ibadah tersebut sesuai maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Salah satu lokasi pelaksanaan salat tarawih terlihat di Masjid Balai Muhammadiyah, Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Solo. Menurut Takmir Masjid Balai Muhammadiyah Solo, Wiwit Hidayat, pelaksanaan salat tarawih sesuai dengan keputusan PP Muhammadiyah.

"Jadi pada Selasa, 17 Februari 2026, kami melaksanakan tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah. Sesuai maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadan jatuh pada hari Rabu, sehingga malam ini kami menyelenggarakan salat tarawih," ujar Wiwit di Solo, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia menambahkan keputusan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah diteruskan hingga tingkat wilayah dan ranting. Karena itu, seluruh masjid wakaf Muhammadiyah, termasuk di Solo, melaksanakan tarawih secara serentak.

"Bukan hanya di Solo, tetapi di seluruh Indonesia. Termasuk di masjid-masjid wakaf Muhammadiyah, insyaallah menyelenggarakan salat tarawih pada malam ini," terang Wiwit.
 


Di sisi lain, Masjid Balai Muhammadiyah di Solo mampu menampung sekitar 300 jemaah. Namun pada malam pertama pelaksanaan salat tarawih, hanya terlihat sekitar 100 orang.

"Biasanya di hari pertama jemaah masih sangat antusias. Perkiraan kami antara 70 sampai 100 jemaah," pungkas Wiwit.

Sementara itu, bertindak sebagai imam dan khatib pada salat tarawih pertama di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo adalah Ustaz Ahmad Sukidi. Ia merupakan anggota pleno Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo sekaligus Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Umat PDM Kota Solo.


Salat. Foto: pixabay

Sebagai informasi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama masih akan menggelar sidang isbat pada Selasa malam, 17 Februari 2026, untuk menetapkan awal Ramadan secara resmi.

Berdasarkan data hisab dari berbagai wilayah, hilal diprediksi baru akan memenuhi kriteria visibilitas pada 18 Februari, sehingga besar kemungkinan pemerintah juga akan menetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026. Masyarakat diimbau tetap menjaga toleransi dan persatuan dalam menyambut bulan suci Ramadan meskipun terdapat perbedaan dalam penetapan awal puasa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)