Mensesneg Prasetyo Hadi. Foto: ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi.
Mensesneg: Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Bekerja Tanpa Tenggat Waktu
Fachri Audhia Hafiez • 18 February 2026 20:13
Jakarta: Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana Sumatra, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tidak ada tenggat waktu untuk mempercepat sejumlah program pemulihan.
Pemerintah menargetkan pembangunan hunian sementara (huntara) rampung sebelum Lebaran. Ini dimaksudkan agar belasan ribu pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal layak.
"Tenggat itu enggak ada ya, kita diminta kerja secepat-cepatnya," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 18 Februari 2026.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 15 ribu warga di Aceh dan 850 warga di Sumatra Utara masih bertahan di tenda pengungsian. Prasetyo mengakui proses pembangunan huntara mengalami keterlambatan dari proyeksi awal yang seharusnya selesai sebelum Ramadan. Ia menyebut kendala teknis dan pendataan menjadi faktor utama di lapangan.
"Satu masalah pendataan, ini jadi problem juga. Kemudian masalah, ini kan satu per satu ya. Jadi teknis di lapangannya satu per satu itu ditanya, apakah berkenan dibuatkan, dibangunkan huntara," jelas Prasetyo.
Ia menambahkan, proses tersebut memerlukan pendekatan personal kepada setiap warga terdampak guna memastikan kesediaan mereka untuk direlokasi atau dibangunkan hunian tetap (huntap) di lokasi lama maupun baru. Prasetyo menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengatasi hambatan tersebut.
.jpg)
Pembangunan huntara pascabencana di Sumatra. Foto: Dok. Istimewa.
"Jadi memang kendala lapangannya ada bermacam-macam gitu. Tapi sekali lagi justru di situlah kita butuh masing-masing saling berkoordinasi untuk mempercepat proses tersebut," imbuhnya.
Hingga saat ini, pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Bencana terus bekerja tanpa batas waktu pembubaran guna memastikan layanan dasar dan infrastruktur di wilayah terdampak kembali normal sepenuhnya.