Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Brian Yuliarto. Foto: dok Novo Club.
Generasi Muda Punya Peluang Besar Berinovasi di Tengah Tantangan Global
Ade Hapsari Lestarini • 30 April 2026 15:33
Jakarta: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menilai generasi muda memiliki peluang besar untuk berinovasi di tengah berbagai tantangan global yang kompleks (wicked problems).
Ia menyebut tantangan tersebut mencakup cuaca ekstrem, perubahan sistem bumi, hilangnya keanekaragaman hayati, ancaman keamanan siber, migrasi industri, hingga krisis energi, sebagaimana tercermin dalam laporan WEF Global Risks 2024.
Pernyataan itu disampaikan Brian dalam acara Welcoming Novo Club Batch 4 yang digelar ParagonCorp, Sabtu, 25 April 2026. Menurut dia, kondisi yang penuh ketidakpastian justru membuka peluang baru, terutama bagi pihak yang belum mapan.
"Setiap masalah itu justru jadi peluang bagi orang-orang yang belum established, bagi yang belum maju. Karena di sanalah peluang kita bisa masuk," ungkap Brian, dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
Brian menjelaskan, cara pandang inilah yang membedakan orang sukses dari yang biasa-biasa saja. Orang yang optimis justru bersemangat ketika menghadapi tantangan karena melihatnya sebagai peluang baru untuk tumbuh.
"Bedanya orang yang optimis dengan yang biasa-biasa saja. Orang yang optimis itu melihat setiap ada problem, setiap ada kasus, justru senang. Wah ini peluang," tutur Brian.
Brian mencontohkan bagaimana kondisi chaotic justru melahirkan pemain baru. Misalnya, pandemi covid-19, mendorong pertumbuhan signifikan platform seperti Zoom yang sebelumnya hanya pemain kecil. Kemudian lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik juga membuka peluang besar bagi industri kendaraan listrik untuk masuk dan tumbuh. Pesan tersebut menjadi relevan bagi peserta Novo Club Batch 4 yang merupakan generasi muda Indonesia.
Sebagai pemain baru, mereka justru berada di posisi strategis untuk mengubah tantangan zaman menjadi peluang melalui inovasi dan ide-ide segar yang dapat menjawab persoalan di sekitarnya.
Baca Juga :

Peluang generasi muda terbuka lebar di tengah tantangan global. Foto: dok Novo Club.
Generasi muda hidup di dunia yang berubah cepat
Senada dengan Mendiktisaintek, CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, menyampaikan generasi muda saat ini hidup di dunia yang berubah sangat cepat. Mulai dari cara belajar, bekerja, hingga menjalani hidup. Menurut dia, perubahan tersebut bisa terasa menantang sekaligus membuka peluang yang lebih luas.
"Yang akan bertahan bahkan berkembang bukan yang paling sempurna tetapi yang mau belajar, mau beradaptasi, dan mau bergerak," ujar Salman.
Pesan tentang adaptabilitas tersebut tercermin dari perjalanan para alumni Novo Club di dunia profesional. Dias Wiwaha, alumni Novo Club Batch 1 mengungkapkan pengalaman di Novo Club menjadi fondasi penting dalam pengembangan kariernya.
"Waktu yang saya habiskan di Novo Club adalah investasi krusial yang membentuk cara kerja saya hari ini, terutama dalam kemampuan manajemen dan kolaborasi yang sangat saya andalkan saat ini. Disiplin dalam manajemen waktu dan pengalaman bekerja dalam tim yang dinamis selama di Novo Club membuat saya lebih adaptif dan tetap produktif dalam menghadapi tuntutan dunia kerja," ujar Dias.
Novo Club Batch 4 digelar secara hybrid. Sebagai program pengembangan selama 1,5 tahun, Novo Club menggabungkan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan. Sejak diluncurkan pada 2023, Novo Club telah menjangkau lebih dari 180 ribu pendaftar dan menghasilkan lebih dari 260 program serta kegiatan yang dijalankan oleh mahasiswa di berbagai daerah Indonesia.
Lewat Novo Club Batch 4, ParagonCorp ingin memastikan generasi muda Indonesia siap menghadapi era penuh ketidakpastian dengan modal keberanian untuk berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan dampak nyata di komunitasnya masing-masing.