Presiden Prabowo Pastikan Sediakan Rumah Terjangkau dan Dekat Kawasan Industri

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta. Foto: Bakom RI.

Presiden Prabowo Pastikan Sediakan Rumah Terjangkau dan Dekat Kawasan Industri

Siti Yona Hukmana • 1 May 2026 16:53

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memastikan komitmennya untuk menyediakan hunian layak dan terjangkau untuk para pekerja. Pemerintah telah membangun ratusan ribu rumah bagi masyarakat dan rencananya akan membangun dalam skala yang lebih besar ke depan. Lokasinya pun dipastikan dekat dengan kawasan industri.

"Kita sudah membangun cukup banyak tahun ini, sudah sampai 350 ribu rumah. Tapi sasaran kita adalah minimal satu juta rumah, kita akan mulai tahun ini juga, satu juta rumah. Rumah-rumah ini akan sesuai saran saudara, akan dibuat di klaster-klaster yang dekat dengan kawasan industri, yang dekat dengan tempat bekerja," ujar Presiden Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta dilansir Antara, Jumat, 1 Mei 2026.

Presiden menyampaikan terdapat rencana pembangunan kota-kota baru yang akan dirancang ramah untuk kehidupan para pekerja. Kota-kota baru itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang akan menunjang kebutuhan para penghuninya. Ia mengatakan setiap kota rencananya akan dibangun sekitar 100 ribu unit rumah.

“Saya perintahkan harus ada sekolah, harus ada fasilitas olahraga, harus ada daycare, harus ada rumah sakit, dan yang paling penting harus ada transportasi, entah kereta api ringan, bis, supaya pekerja bisa masuk ke pekerjaan dengan lancar dan baik," ujar Prabowo.

Presiden mengatakan fokus terhadap upaya memenuhi kebutuhan papan itu diperlukan, mengingat beban pengeluaran buruh untuk kebutuhan tempat tinggal yang selama ini cukup tinggi. Pemerintah akan mengarahkan agar pengeluaran tersebut dapat dialihkan menjadi cicilan kepemilikan rumah dengan tenor panjang dan terjangkau.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta. Foto: Bakom RI.

"Jadi yang tadi 30 persen untuk kontrak, kita kurangi. Itu adalah untuk kau cicil, rumahmu sendiri. Cicilnya kalau bisa 20 tahun. Kalau nggak bisa 20 tahun, 25 tahun. Kalau belum lunas 25 tahun, 30 tahun. Kalau tidak bisa 35 tahun, 40 tahun. Karena buruh tidak mungkin lari kemana-mana, betul? Petani dan nelayan, nggak mungkin lari kemana-mana," ujar Presiden.

Sementara di sektor pembiayaan, Presiden menegaskan pemerintah akan menghadirkan akses kredit dengan bunga rendah melalui perbankan milik negara. Salah satunya, lewat rencana pemerintah untuk meluncurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal lima persen per tahun.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)