24 Titik Api Terpantau di Sumsel, BNPB Kerahkan Water Bombing

Helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pemadaman kebakaran lahan dari udara (water bombing). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

24 Titik Api Terpantau di Sumsel, BNPB Kerahkan Water Bombing

Lukman Diah Sari • 11 June 2026 11:49

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan bantuan armada helikopter patroli dan helikopter penyiram air atau water bombing ke Provinsi Sumatra Selatan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan rilis BNPB, pada Rabu, 10 Juni 2026, sebanyak 24 titik api tersebar di Sumsel.

"Berdasarkan data terkini per Selasa, 9 Juni 2026, tercatat akumulasi 24 titik api di sejumlah wilayah Sumatra Selatan. BNPB terus memberikan dukungan operasi udara berupa helikopter patroli dan helikopter water bombing guna mempercepat upaya pengendalian kebakaran," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, melansir Antara, pada Kamis, 11 Juni 2026.

Dia menerangkan, operasi udara tersebut ditujukan untuk melakukan pemadaman cepat pada titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh tim darat. Abdul menjelaskan intervensi penyiraman air dari langit ini menjadi sangat krusial, mengingat akumulasi luas lahan yang terbakar di wilayah Sumatera Selatan sejak awal tahun hingga 8 Juni 2026 mencapai 182,54 hektare.

Karhutla Masih Membara di Riau dan Aceh

Selain di Sumatera Selatan, eskalasi karhutla di Pulau Sumatra juga melanda wilayah Riau dan Aceh. Dia menerangkan, sebelumnya dilaporkan kebakaran hebat menghanguskan  98 hektare lahan yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Untuk wilayah Nagan Raya, tim BPBD setempat bersama TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan difokuskan pada penanganan darat dengan mengoptimalkan dua unit mesin pompa air. Saat ini, separuh dari total area terbakar kini telah berhasil dijinakkan.

Pemadaman karhutla. (Dok: BNPB) 

Sementara itu pemutakhiran data karhutla di Provinsi Riau menunjukkan kondisi yang relatif lebih terkendali. Kebakaran lahan seluas dua hektare di wilayah tersebut dipastikan telah padam sepenuhnya oleh tim gabungan.

BNPB, menurut Abdul akan memastikan koordinasi diintensifkan dengan BPBD di seluruh klaster rawan Sumatra guna memastikan kesiapan mesin pompa darat dan patroli udara dapat bergerak simultan sebelum memasuki puncak kemarau sebagaimana yang dilaporkan dari hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

(Lukman Diah Sari)