Perkuat Kemitraan Strategis, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Kunjungi Indonesia

Dubes Jerman untuk Indonesia Ralf Beste paparkan rencana kunjungan Presiden Jerman ke Indonesia. Foto: Metrotvnews.com

Perkuat Kemitraan Strategis, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Kunjungi Indonesia

Muhammad Reyhansyah • 12 June 2026 18:27

Jakarta: Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026.

Kunjungan dilakukan dalam rangka memperkuat kemitraan strategis kedua negara di tengah berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste mengatakan, kunjungan tersebut membawa pesan bahwa Jerman ingin terus menjadi mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia.

“Pesan utama dari kunjungan ini sangat jelas, yaitu bahwa Jerman adalah mitra yang kuat dan dapat diandalkan bagi Indonesia,” ujar Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Beste, Jerman berkomitmen menjadi mitra jangka panjang bagi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, termasuk di bidang ekonomi, transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, dan inovasi.

Ia menilai kunjungan Steinmeier menjadi penegasan atas pentingnya hubungan strategis yang selama ini terjalin antara kedua negara.

“Kunjungan Presiden Federal Jerman ke Indonesia menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara,” kata Beste.

Bertemu Prabowo

Beste menjelaskan kunjungan kali ini merupakan kunjungan kedua Steinmeier ke Indonesia sebagai Presiden Jerman dan yang pertama sejak Presiden RI Prabowo Subianto dilantik.

Sebelumnya, Steinmeier juga pernah mengunjungi Indonesia saat masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman.

“Ini merupakan kunjungan pertama beliau sebagai Presiden untuk bertemu Presiden Prabowo setelah pelantikannya,” ujar Beste.

Dalam kunjungan satu hari tersebut, Steinmeier akan didampingi delegasi yang terdiri dari pelaku usaha, ilmuwan, serta perwakilan sektor budaya.

Menurut Beste, delegasi bisnis yang ikut serta berasal dari berbagai sektor strategis, termasuk logistik, mobilitas tenaga kerja, teknologi digital, dan industri permesinan.

Ia mengatakan kehadiran delegasi tersebut mencerminkan besarnya minat Jerman untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia.

Kunjungi Istiqlal dan Katedral

Selain agenda kenegaraan, Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan melintasi Terowongan Silaturahmi menuju Gereja Katedral Jakarta.

Menurut Beste, kunjungan tersebut mencerminkan perhatian Jerman terhadap nilai toleransi dan dialog antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu ciri Indonesia.

Presiden Jerman juga dijadwalkan berdialog dengan para peneliti dan intelektual publik Indonesia untuk membahas berbagai perkembangan geopolitik global.

“Beliau akan berdiskusi dengan para peneliti dan intelektual publik Indonesia mengenai cara Indonesia memandang dunia yang terus berubah dari perspektif geostrategis,” kata Beste.

Ia menambahkan Jakarta memiliki posisi penting dalam hubungan Jerman dengan kawasan Asia Tenggara karena menjadi pusat berbagai lembaga pendidikan dan kebudayaan Jerman di kawasan.

Di antaranya adalah kantor regional German Academic Exchange Service (DAAD) yang membawahi berbagai program kerja sama akademik dan pertukaran pelajar di Asia Tenggara.

Menurut Beste, seluruh rangkaian agenda tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Jerman tidak hanya bertumpu pada kerja sama ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, ilmu pengetahuan, budaya, serta dialog mengenai berbagai isu global yang menjadi perhatian bersama.

(Fajar Nugraha)