Pemesanan Obligasi Global Danantara Tembus USD4,6 Miliar

Ilustrasi, pemesanan obligasi global Danantara tembus USD4,6 miliar. Foto: Unsplash.

Pemesanan Obligasi Global Danantara Tembus USD4,6 Miliar

Husen Miftahudin • 16 June 2026 10:42

Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengungkapkan nilai pemesanan atau peak orderbook penerbitan obligasi global (global bond) perdana Danantara mencapai sekitar USD4,6 miliar.

Angka tersebut jauh melampaui target awal penghimpunan dana yang dipatok sebesar USD1 miliar.

"Dari rencana USD1 miliar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih USD4,6 miliar. Melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami upsize atau meningkatkan dari USD1 miliar menjadi USD1,5 miliar," kata Rosan Roeslani di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 16 Juni 2026.

Rosan menjelaskan capaian tersebut diraih setelah Danantara melakukan roadshow ke sejumlah pusat keuangan global. Dalam rangkaian tersebut, manajemen bertemu dengan 122 investor dari berbagai negara untuk memaparkan strategi investasi dan arah kebijakan perusahaan.

Tingginya minat investor mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi menjadi USD1,5 miliar. Obligasi itu diterbitkan dalam dua tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun.
 

Baca juga: Danantara Raup USD1,5 Miliar dari Global Bond Perdana, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor


(CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani. Foto: Metro TV/Kautsar)
 

Imbal hasil lebih kompetitif


Rosan mengatakan pada awal proses penerbitan, sejumlah pelaku pasar memperkirakan Danantara harus menawarkan tingkat imbal hasil (yield) di atas enam persen hingga tujuh persen, seiring tekanan pasar global saat itu.

Namun, besarnya permintaan investor membuat biaya pendanaan yang diperoleh menjadi lebih kompetitif. Untuk tenor lima tahun, yield ditetapkan sebesar 5,35 persen. Sementara obligasi tenor 10 tahun dipatok pada level 5,95 persen.

"Dilihat dari segi permintaannya, dilihat dari segi yield-nya yang relatif rendah. Karena kalau mereka tidak percaya, pastinya mereka minta yield premium yang sangat tinggi," paapr Rosan.

Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini dinilai membuka peluang bagi Danantara untuk menerbitkan instrumen serupa dengan tenor lebih panjang di masa mendatang.

Rosan menyebut opsi tenor hingga 30 tahun dapat dipertimbangkan, seiring kuatnya minat pasar terhadap instrumen investasi yang diterbitkan Danantara.

(Husen Miftahudin)