Sekjen PBB Antonio Guterres. (Anadolu Agency)
Kali Pertama Sejak 2009, Sekjen PBB Antonio Guterres Tiba di Suriah
Willy Haryono • 25 July 2026 15:20
Damaskus: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres tiba di Suriah pada Sabtu, 25 Juli 2026, dalam kunjungan pertama seorang Sekjen PBB yang masih menjabat ke negara itu sejak 2009.
Kunjungan tersebut diperkirakan akan berfokus pada proses transisi politik setelah tergulingnya mantan Presiden Bashar al-Assad.
Menurut kantor berita pemerintah Suriah SANA, Guterres disambut Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani di Bandara Internasional Damaskus.
Selama kunjungan tiga hari, Guterres dijadwalkan bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, sejumlah pejabat pemerintah, serta perwakilan masyarakat sipil, termasuk organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan.
Sekjen PBB itu juga dijadwalkan menyampaikan pidato di hadapan parlemen transisi Suriah, yang menggelar sidang perdananya pada awal bulan ini.
Sebelum kunjungan berlangsung, Juru Bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan Guterres akan menegaskan bahwa Suriah memiliki peluang untuk tidak hanya pulih dari konflik, tetapi juga membangun masa depan yang lebih stabil, inklusif, dan sejahtera.
Menurut Dujarric, Guterres juga akan menegaskan kembali komitmen PBB untuk terus mendukung rakyat Suriah selama masa transisi politik.
Ahmed al-Sharaa memimpin aliansi kelompok pemberontak yang menggulingkan Bashar al-Assad pada Desember 2024, mengakhiri lebih dari 13 tahun perang saudara yang dimulai pada 2011. Konflik tersebut menewaskan lebih dari 500.000 orang dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.
Sejak mengambil alih pemerintahan, otoritas baru Suriah menghadapi tuntutan dari komunitas internasional untuk membangun lembaga negara yang efektif dan membentuk pemerintahan yang merepresentasikan seluruh kelompok etnis maupun agama di negara tersebut.
Pada tahun lalu, al-Sharaa juga menjadi presiden Suriah pertama sejak 1967 yang menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Selain agenda politik, Guterres dijadwalkan bertemu personel United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF) yang memantau gencatan senjata antara Suriah dan Israel di Dataran Tinggi Golan sejak 1974.
Isu keamanan di perbatasan juga diperkirakan menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Setelah tergulingnya Assad, Israel mengerahkan pasukan ke zona penyangga yang diawasi PBB serta melancarkan serangan dan operasi militer lebih jauh ke wilayah Suriah.
Pemerintah Suriah menuntut Israel menarik pasukannya dan kembali mematuhi Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.
Sementara itu, kedua pihak telah menggelar beberapa putaran perundingan yang dimediasi Amerika Serikat serta membentuk mekanisme komunikasi untuk berbagi informasi intelijen dan mencegah eskalasi militer, meski operasi militer Israel di Suriah masih terus berlanjut.
Baca juga: Warga Suriah Desak PBB Ungkap Nasib Kerabat yang Ditahan Pasukan Israel